Kenaikan Harga dan Daya Beli: Tantangan Keuangan dan Pemasaran
--
Tim penulis:
Mahasiswa Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasakti Tegal
1. Diana Putri – NIM : 4124600135
2. Nazhifah Awalia Rizki – NIM : 4124600134
radartegal.com - Kenaikan harga kebutuhan sehari-hari menjadi perhatian karena bisa mengurangi pengeluaran masyarakat. Bagi para pengusaha, situasi ini menimbulkan dua tantangan yaitu, mempertahankan kondisi keuangan perusahaan dan mempertahankan penjualan di tengan konsumen yang semakin pilih-pilih.
Inflasi Indonesia pada September 2026 mencapai 3,28 % dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan 0,30 % dibandingkan dengan bulan sebelumnya, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Angka inflasi menunjukkan peningkatan harga barang dan jasa secara keseluruhan, tetapi hal ini tidak secara otomatis berarti kemampuan membeli masyarakat secara keseluruhan semakin menurun. Dalam laporan analisis inflasi pada September 2026, Bank Indonesia menyebutkan bahwa inflasi untuk kelompok harga pangan yang tidak stabil naik 5,03 % dibandingkan tahun sebelumnya. Pergerakan harga pangan perlu diperhatikan karena kebutuhan pokok memakan biaya yang cukup besar bagi banyak keluarga.
Tekanan pada Pengeluaran Rumah Tangga
Ketika harga kebutuhan pokok naik lebih cepat dibandingkan pendapatan, masyarakat harus menganggarkan lebih banyak uang belanja kebutuhan sehari-hari. Pengeluaran untuk kebutuhan sekunder, seperti pakaian, hiburan, dan produk nonprioritas, ditunda atau dikurangi. Pelaku usaha perlu menyesuaikan strategi bisnis dengan perubahan pola konsumsi masyarakat.
Tantangan dari Sisi Manajemen Keuangan
Bagi perusahaan, naiknya harga bahan baku, biaya transportasi, dan biaya pengiriman dapat meningkatkan pengeluaran operasional perusahaan. Jika harga penjualan tetap, keuntungan yang diperoleh berpotensi menurun. Namun, jika harga jual yang terlalu mahal dapat membuat konsumen kurang tertarik untuk membeli.
Pelaku usaha perlu menyusun anggaran, mengelola arus keuangan, mengevaluasi pemasok, serta meningkatkan efisiensi proses produksi tanpa mengurangi kualitas produk untuk mengatasi kondisi tersebut. Penyesuaian harga jual juga harus dilakukan dengan mempertimbangkan keseluruhan biaya produksi, target keuntungan yang ingin dicapai, dan daya beli konsumen.
Strategi Pemasaran untuk Menjaga Penjualan
Dari segi pemasaran, perusahaan harus memahami perubahan prioritas pelanggan. Pilihan ukuran yang lebih hemat, paket pembelian, promosi dalam periode tertentu, serta penjelasan mengenai keunggulan produk dapat menjadi cara untuk mempertahankan kepuasan pelanggan. Media digital dapat dimanfaatkan untuk menjangkau lebih banyak konsumen dengan biaya yang lebih fleksibel. Namun, kegiatan kegiatan promosi perlu mempertimbangkan keuntungan perusahaan, bukan hanya berorientasi pada peningkatan penjualan. Diskon yang terlalu besar berisiko mengurangi laba. Oleh karena itu, tim pemasaran dan keuangan perlu bekerja sama dalam menetapkan harga, menyusun anggaran promosi, serta menentukan sasaran penjualan yang realistis.
Menjaga Keberlanjutan Usaha
Perusahaan harus menyesuaikan biaya dengan kebutuhan konsumen saat harga barang naik. Pengelolaan uang yang baik serta strategi pemasaran yang fleksibel dapat membantu pelaku usaha mengahadapi kondisi ekonomi yang tidak menentu dan mempertahankan kelangsungan usahanya dalam jangka panjang.
Sumber:
1. Badan Pusat Statistik (BPS). Rilis inflasi September 2026, 1 Oktober 2026. Portal resmi: https://www.bps.go.id/
2. Bank Indonesia. Analisis Inflasi September 2026, 20 Oktober 2026. Portal resmi: https://www.bi.go.id/
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





