240 Pengayuh Becak di Brebes Ikut Pelatihan Becak Listrik

240 Pengayuh Becak di Brebes Ikut Pelatihan Becak Listrik

Sebanyak 240 tukang becak lanjut usia di Kabupaten Brebes mengikuti pelatihan pengoperasian becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto di halaman Kantor Pemerintah Terpadu (KPT) Brebes, Jumat 23 Oktober 2026.(istimewa)--

BREBES, radartegal.com – Sebanyak 240 tukang becak lanjut usia di Kabupaten Brebes mengikuti pelatihan pengoperasian becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto di halaman Kantor Pemerintah Terpadu (KPT) Brebes, Jumat 23 Oktober 2026.

Pelatihan yang dipandu Tim Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) di bawah koordinasi Wita Sari itu membekali peserta dengan cara menghidupkan, menjalankan, dan mengecas becak listrik. Kendaraan tersebut diklaim mampu menempuh jarak hingga 60 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh.

Wakil Bupati Brebes Wurja membuka kegiatan tersebut. Dia meminta seluruh calon penerima mengikuti pelatihan dengan serius agar dapat mengoperasikan becak secara aman. “Hari ini hari yang dinanti-nanti panjenengan. Hari ini mau dikasih ilmu dulu, baru becak. Bagaimana cara menyetrumnya, menjalankannya, supaya aman,” katanya.

Ia mengingatkan, pemahaman terhadap cara pengoperasian sangat penting. Berkaca pada pembagian tahap pertama, sejumlah penerima sebelumnya mengalami insiden saat mencoba becak karena belum terbiasa menggunakannya. Wurja juga menegaskan bantuan tersebut diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya.

BACA JUGA: 100 Warga Brebes Dapat Bantuan Becak Listrik dari Presiden Prabowo

BACA JUGA: Pemkab Brebes Siapkan Ribuan Paket Beras Hingga Minyak Goreng, Harga Mulai Rp18 Ribu

“Aturane dari pusat ketat. Harus umur di atas 55 tahun, warga Brebes asli, dan kudu tukang becak beneran. Panjenengan tidak dipungut sepeser pun biaya, benar-benar gratis,” tegasnya.

Suasana haru mewarnai pelatihan ketika Adnan, 57, warga Desa Karangsari, Kecamatan Bulakamba, menceritakan pengalamannya mencari nafkah sebagai tukang becak selama lebih dari 20 tahun. Ia biasa mangkal di Pasar Bulakamba.

Adnan mengaku kerap mengalami sakit lutut, terutama saat harus mengayuh becak sambil membawa penumpang. Penghasilannya pun tidak menentu karena terkadang seharian tidak mendapatkan penumpang.

“Wis tua, dengkul wis lara. Kadang sedina ora olih penumpang. Alhamdulillah, matur nuwun sanget Pak Prabowo. Kulo mboten nyangka angsal becak listrik gratis, mboten usah ngontel maning. Kulo terharu sanget,” ucap Adnan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: