Target Investasi Jateng Rp110 Triliun, Ahmad Luthfi Optimistis Tercapai

Target Investasi Jateng Rp110 Triliun, Ahmad Luthfi Optimistis Tercapai

Gubernur Jateng ahmad Luthfi (tengah) saat menyampaikan proyeksi dalam Forum Investasi Jawa Tengah--

BATANG, radartegal.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memacu pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan iklim modal usaha. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan keyakinannya bahwa realisasi target investasi Jateng Rp110 triliun dapat menembus angka tersebut pada akhir tahun 2026.

​Keyakinan ini tercermin dari tren realisasi penanaman modal yang menunjukkan performa positif secara konsisten sejak awal tahun.


--

​Realisasi Investasi Jawa Tengah Terus Meningkat

​Hingga kuartal ketiga tahun 2026, akumulasi modal masuk ke wilayah Jawa Tengah tercatat sudah menyentuh angka Rp72,54 triliun. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan proyeksi ini secara langsung pada gelaran Forum Investasi Jawa Tengah dan Detik Jateng-Jogja Award 2026 yang berlangsung di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jumat (23/10/2026).

​"Kita optimis, sebentar lagi ada perusahaan dari Vietnam akan masuk. Kita optimis bahwa 2026 nanti bisa menyamai capaian tahun lalu yaitu Rp110 triliun," ujar Luthfi.

BACA JUGA: Raih Penghargaan Pioneer of Economic Empowerment, Investasi Jateng Sudah 84,42 Persen

BACA JUGA: Tekan Inflasi, Pemprov Jateng Gelar 1.724 Gerakan Pangan Murah

​Rekam Jejak Pertumbuhan Modal Sepanjang Tahun 2026

​Optimisme pemerintah daerah tersebut didukung oleh data riil pergerakan modal sejak awal Januari 2026. Pada triwulan pertama, arus investasi masuk berada di angka Rp23 triliun. Laju tersebut melaju kencang pada triwulan kedua, sehingga membukukan nilai Rp59,94 triliun hingga penutupan semester pertama.

​Pertambahan modal sebesar Rp12,6 triliun di kuartal ketiga secara otomatis menggenjot total realisasi investasi Jateng menjadi Rp72,54 triliun.


--

​Kolaborasi dan Strategi Forum Bisnis Efektif

​Pencapaian angka investasi ini merupakan buah dari kemitraan yang solid antara seluruh pemangku kepentingan dalam menjaring penanam modal, baik dari skala domestik maupun mancanegara. ​Strategi penarikan modal dijalankan melalui forum bisnis, kerja sama antardaerah, hingga program hubungan provinsi dan kota kembar (sister province serta sister city) bersama negara mitra.

​"Forum-forum bisnis dan investasi seperti ini dapat mempertemukan dunia usaha, kawasan industri, serta pemangku kebijakan yaitu pemerintah. Salah satu contoh, kami punya Central Java Investment Business Forum (CJIBF) yang sehari bisa menghasilkan investasi sampai Rp19 triliun," jelas Luthfi.

BACA JUGA: Raih Penghargaan Layanan Investasi Terbaik, Pemprov Jateng Pacu Kemudahan Perizinan

BACA JUGA: Gubernur Ahmad Luthfi Minta Tegal Business Forum Hasilkan Investasi Nyata, Bukan Sekadar Seremoni

​Ekspansi Kawasan Industri dan Peran Kepala Daerah

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: