Hari Santri 2026 di Tegal, Gubernur Luthfi Guyur Bantuan Rp934 Juta
UPACARA- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Jalan Pancasila, Kota Tegal, Kamis 22 Oktober 2026.-ISTIMEWA-
Rangkuman untuk Anda:
- Puncak peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Tegal tingkat Provinsi Jawa Tengah digelar meriah di Jalan Pancasila dengan dihadiri Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin Maimoen.
- Pemprov Jateng menyalurkan total bantuan senilai Rp934 juta untuk renovasi empat pondok pesantren di Kota Tegal, insentif 1.390 pengajar keagamaan, serta 300 paket sembako.
- Melalui program Pesantren Obah, Pemprov Jateng memberdayakan 5.400 ponpes dan 555 ribu Santri melalui beasiswa dalam dan luar negeri serta insentif guru madin beranggaran Rp277 miliar.
- Para Santri didorong untuk menguasai literasi digital, memperkuat pendidikan akhlak, serta menjadi penggerak ekonomi daerah dan pengentasan kemiskinan.
TEGAL, radartegal.com- Jalan Pancasila Kota Tegal dipadati puluhan ribu santri yang mengikuti puncak peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Tegal tingkat Provinsi Jawa Tengah pada Kamis 22 Oktober 2026. Momentum tahunan ini menjadi ajang konsolidasi moral dan ekonomi bagi ratusan ribu santri se-Jawa Tengah di bawah tema besar "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas".
Latar Belakang Peringatan HSN 2026 dan Potensi Pesantren Jateng
Upacara tingkat provinsi ini dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Kehadiran para pimpinan daerah bersama ulama dan ribuan santri menegaskan posisi strategis pesantren dalam peta pembangunan Jawa Tengah.
Provinsi Jawa Tengah memiliki kekuatan besar berbasis keagamaan, dengan jumlah mencapai 5.400 pondok pesantren dan tak kurang dari 555 ribu santri. Potensi masif ini diarahkan tidak hanya untuk penguatan literasi keagamaan, melainkan juga pemberdayaan ekonomi sosial dan kemandirian masyarakat.
BACA JUGA: Momen HSN 2026 di Tegal: Ahmad Luthfi Ajak 555 Ribu Santri Jateng Ikut Entaskan Kemiskinan
BACA JUGA: Peringatan Hari Santri 2026 di Tegal: Pemprov Jateng Kucurkan Rp6,8 M Beasiswa
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa keberadaan ratusan ribu santri merupakan benteng utama pembangunan daerah. Sinergi antara pemerintah dan pesantren dibangun secara berkelanjutan guna menyejahterakan warga, khususnya dalam upaya percepatan penanganan kemiskinan di berbagai pelosok kabupaten dan kota.
Detail Program Pesantren Obah dan Kucuran Bantuan Rp934 Juta
Guna mengoptimalkan peran pesantren, Pemprov Jateng menggalakkan program Pesantren Obah yang dikomandani oleh Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Program ini mencakup berbagai intervensi nyata, mulai dari dukungan operasional, beasiswa pendidikan, pengembangan usaha santri, hingga insentif rutin bagi guru madrasah diniyah (madin).
Melalui program ini, pemerintah provinsi mencatat penyaluran beasiswa kepada 488 santri, termasuk para santri penggerak. Lebih jauh lagi, sebanyak 58 santri berhasil meraih beasiswa untuk melanjutkan jenjang perguruan tinggi di luar negeri, seperti di Yaman dan Mesir.
Sektor kesejahteraan pengajar keagamaan juga terus diperkuat melalui alokasi insentif yang menjangkau 230.830 penerima dengan total anggaran mencapai Rp277 miliar. Kebijakan ini dihadirkan untuk memberikan jaminan kesejahteraan bagi para pendidik yang membina akhlak generasi muda.
BACA JUGA: Program Mantu Santri di Jateng: 62 Pasangan Nikah Gratis Diberi Modal Usaha
BACA JUGA: Minta Santri Berani Speak Up, Pemkot Tegal Tekankan Pesantren Harus Ramah Anak
Dalam rangkaian acara di Kota Tegal, Gubernur dan Wakil Gubernur menyerahkan bantuan renovasi senilai Rp25 juta untuk empat pesantren, yaitu Ponpes Al Munawarroh Margadana, Nurul Ma’arif, Insan Tebuireng, dan Mambaul Ulum. Selain itu, disalurkan insentif bagi 1.390 pengajar keagamaan sebesar Rp834 juta serta 300 paket sembako, sehingga total bantuan yang dikucurkan mencapai Rp934 juta.
Refleksi Santri dan Pesan Moral Pemimpin Daerah
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:






