Minta Santri Berani Speak Up, Pemkot Tegal Tekankan Pesantren Harus Ramah Anak

Minta Santri Berani Speak Up, Pemkot Tegal Tekankan Pesantren Harus Ramah Anak

Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah saat menyampaikan sambutan dalam acara Sarasehan Santri--

TEGAL, radartegal.com - Lingkungan pendidikan agama sudah sepatutnya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh anak didik. Pemerintah Kota Tegal mengajak seluruh santri untuk berani bersuara dan melaporkan setiap bentuk tindakan kekerasan maupun perundungan yang terjadi di pondok pesantren.

​Langkah ini penting untuk memutus mata rantai kekerasan dan menjaga nama baik lembaga pendidikan Islam. Imbauan tegas tersebut disampaikan langsung saat memperingati Hari Santri Nasional melalui sebuah forum edukasi.

​Jangan Takut Lapor demi Keselamatan Bersama

​Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, meminta para santri untuk tidak ragu mengungkapkan fakta jika melihat atau menjadi korban kekerasan. Ia menegaskan, pesantren harus menjadi tempat belajar yang ramah anak, aman, dan menenangkan.

​"Pesantren menjadi pilar penting di negeri ini. Keberadaan pesantren saat ini dinodai dengan adanya oknum-oknum yang menjadi pelaku kekerasan. Ayo kita ciptakan pesantren yang ramah anak," kata Tazkiyyatul pada kegiatan Sarasehan Santri Tahun 2026 di Pendopo Ki Gede Sebayu, Balai Kota Tegal, Rabu (21/10/2026).

BACA JUGA: Semarak Hari Santri 2026, MTWXXXII dan MQK II Pemalang Resmi Dibuka

BACA JUGA: Wagub Taj Yasin Dorong Integrasi Sains STEM dan Nilai Pesantren

​Tazkiyyatul menekankan bahwa santri adalah generasi penerus yang dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan. Oleh sebab itu, pembentukan akhlak mulia harus berjalan seiring dengan jaminan keselamatan serta perlindungan hak-hak mereka.

​Modus Ketaatan Jangan Jadi Alasan Pembungkaman

​Dalam forum bertema Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Pondok Pesantren tersebut, Tazkiyyatul mengingatkan agar nilai penghormatan kepada guru tidak disalahgunakan. Rasa takzim tidak boleh dijadikan alat untuk membungkam korban kekerasan.

​Melaporkan tindakan kejahatan di lingkungan sekolah maupun pesantren merupakan langkah krusial untuk mencegah jatuhnya korban baru.

​"Santri harus berani speak up apabila terjadi kekerasan atau melihat kekerasan. Segera lapor kepada orang terdekat. Jangan pernah dibodohi dengan modus ketaatan, takzim," tegas Tazkiyyatul.

BACA JUGA: Hidupkan Amalan Malam Jumat, Santri MBS Moga Putri Membaca Surah Al-Kahfi

​Ia menambahkan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sudah banyak terjadi. Hal ini menuntut kewaspadaan tinggi serta keberanian dari para santri untuk bersuara.

​Momentum Memperkuat Karakter dan Rasa Safe Santri

​Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, menegaskan bahwa Hari Santri adalah pengingat atas sejarah panjang perjuangan ulama dan kiai dalam membela tanah air.

​Saiful mengajak seluruh santri untuk bangga dengan identitas mereka dan terus berkontribusi bagi bangsa. Menurutnya, pesantren harus tetap menjadi lingkungan yang sejuk, asri, serta aman bagi siapa saja.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: