Pasien ISPA di RSUD Brebes Masih Terkendali, Ini Penjelasan Manajemen
Wakil Direktur Pelayanan, Pengendalian, dan Mutu RSUD Brebes, dr. Aries Supramiati.(istimewa)--
BREBES, radartegal.com – Jumlah pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang menjalani rawat inap di RSUD Brebes mengalami peningkatan sejak akhir September 2026. Meski demikian, pihak rumah sakit memastikan kondisi pasien masih terkendali dan pelayanan kesehatan tetap berjalan normal.
Wakil Direktur Pelayanan, Pengendalian, dan Mutu RSUD Brebes, dr. Aries Supramiati mengatakan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) saat ini berkisar 70–75 persen. Jumlah tersebut tidak hanya untuk penderita Ispa
“Kondisi saat ini cenderung stabil. Belum ada penurunan yang signifikan, namun juga tidak terjadi lonjakan baru. Semua pasien tetap dapat kami layani dan tangani dengan baik,” ujarnya, Selasa 20 Oktober 2026.
Menurutnya, salah satu penyebab meningkatnya kasus Ispa adalah influenza. Penyakit ini umumnya dapat membaik dengan perawatan yang tepat. Seperti istirahat cukup, asupan makanan bergizi, serta pemenuhan kebutuhan cairan tubuh. Namun, lama pemulihan dapat berbeda pada setiap pasien.
BACA JUGA: Pasien IGD di RSUD Brebes Membludak, Komisi IV Soroti Kebutuhan Nakes
BACA JUGA: Dua Bayi Lahir di RSUD Brebes Bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
"Artinya Ispa sendiri ini bisa sembuh dengan sendirinya apabila pasien bisa menjaga kesehatan dan mengkonsumsi makanan yang bergizi," terangnya.
Karenanya, dia mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh, terutama di tengah cuaca panas dan musim kemarau. Masyarakat disarankan mencukupi kebutuhan air minum, rutin mencuci tangan menggunakan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, dan beristirahat cukup.
"Penggunaan masker juga dianjurkan ketika berada di tempat ramai atau saat mengalami gejala gangguan pernapasan untuk mengurangi risiko penularan," dia menerangkan.
Dengan kondisi pelayanan yang masih terkendali, lanjutnya, RSUD Brebes memastikan pasien tetap mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan medis. Masyarakat pun diharapkan tetap waspada terhadap Ispa tanpa perlu panik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


