Strategi Pemprov Jateng Libatkan 123 Perguruan Tinggi Atasi Kemiskinan

Strategi Pemprov Jateng Libatkan 123 Perguruan Tinggi Atasi Kemiskinan

KEMISKINAN - Pemprov Jateng melibatkan 123 perguruan tinggi untuk mengentaskan kemiskinan. -istimewa-

Ringkasan Cepat:

  • Langkah Strategis: Pemprov Jawa Tengah menjalin kolaborasi dengan 123 perguruan tinggi untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan berbasis data dan penelitian.
  • Capaian Positif: Angka kemiskinan di Jawa Tengah turun menjadi 9,21% pada Maret 2026 (berkurang 81.250 jiwa dibanding Maret 2025).
  • Fokus Kerja Sama: Program meliputi KKN tematik, pendampingan UMKM, penanganan stunting, pendataan RTLH, hingga teknologi desalinasi air.
  • Transformasi Kebijakan: Pemerintah pusat menggeser fokus dari sekadar bantuan sosial (bansos) menuju pemberdayaan ekonomi masyarakat secara mandiri.
  • Dukungan Pendidikan: Konsorsium kampus berkomitmen menyiapkan sekitar 2.000 beasiswa bagi kader desa pada tahun 2027.

SALATIGA, radartegal.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperluas jaringan kolaborasi lintas sektor guna menekan angka kemiskinan di daerah. Sebanyak 123 perguruan tinggi kini diterjunkan secara aktif untuk mendampingi masyarakat dari tingkat desa hingga kabupaten.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penanganan kemiskinan tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara konvensional. Akademisi diminta turun langsung melakukan verifikasi data, penelitian, serta pendampingan program di lapangan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Forum Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat yang berlangsung di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Kamis (15/10/2026).

Tren Penurunan Angka Kemiskinan di Jawa Tengah

Langkah melibatkan kalangan akademisi ini menjadi salah satu pendorong melandainya tingkat kemiskinan daerah. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin Jawa Tengah per Maret 2026 mencatatkan penurunan menjadi 9,21 persen.

BACA JUGA:Tekan Angka Kemiskinan ke 8,70%, Pemprov Jateng & Baznas Rombak RTLH

BACA JUGA:DPRD Desak Pembaruan Data Kemiskinan Kota Tegal agar Bansos Tepat Sasaran

Angka ini membaik dibandingkan periode Maret 2025 yang berada di level 9,48 persen. Secara kuantitas, terjadi penurunan sebanyak 81.250 jiwa, dari sebelumnya 3,37 juta orang menjadi 3,29 juta orang.

Kemitraan bersama perguruan tinggi ini dibangun secara bertahap. Sebanyak 49 perguruan tinggi memulai kerja sama pada 2025, yang kemudian melonjak menjadi 74 kampus tambahan pada 2026 sehingga totalnya mencapai 123 lembaga pendidikan tinggi.

Fokus Pendampingan Perguruan Tinggi di Desa

Gubernur Luthfi menjelaskan bahwa intervensi pemerintah tidak cukup sebatas menyalurkan bantuan sosial atau membedah rumah tidak layak huni (RTLH). Masalah esensial seperti derajat kesehatan, akses pendidikan, dan ketahanan ekonomi keluarga harus disentuh secara simultan.

Bentuk kontribusi konkret jajaran kampus diwujudkan melalui:

  • Pelaksanaan KKN tematik berbasis pemecahan masalah lokal.
  • Pendampingan manajerial dan pemasaran bagi usaha mikro masyarakat.
  • Pendataan presisi rumah tidak layak huni (RTLH).
  • Intervensi dan edukasi penanganan stunting di kawasan pedesaan.
  • Penerapan inovasi tepat guna, seperti penyediaan teknologi desalinasi air.

BACA JUGA:Tekan Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Tegal Bekali Penerima UEP Skill Usaha

BACA JUGA:Pemkot dan DPRD Kota Tegal Perkuat Pancasila dan Penanggulangan Kemiskinan Lewat Dua Perda Baru

Pergeseran Strategi Nasional: Dari Bansos ke Pemberdayaan

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Abdul Muhaimin Iskandar, menekankan pentingnya penguatan kemandirian warga. Menurutnya, pemerintah pusat kini secara konsisten menggeser paradigma dari skema karitatif menuju pemberdayaan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: