Jalan Pala 27 Rusak Parah, Warga Dampyak Kramat Minta Alokasi APBD

Jalan Pala 27 Rusak Parah, Warga Dampyak Kramat Minta Alokasi APBD

MUSRENBANG - Anggota DPRD Kabupaten Tegal, H. Bakhrun saat menghadiri Musrenbang Kelurahan Dampyak, Kecamatan Kramat, Jumat (9/10/2026).-Yeri Noveli/Radar Tegal Grup-

Ringkasan Cepat:

  • Lokasi Peristiwa: Kelurahan Dampyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.
  • Fokus Masalah: Kerusakan Jalan Pala 27 hingga Mejasem Timur dan banjir rob berkepanjangan di wilayah Dampyak utara.
  • Dampak Nyata: Mobilitas warga terganggu, minim penerangan jalan (PJU), dan air laut pasang merusak perabot rumah tangga.
  • Aspirasi Lain: Perbaikan Jalan Jati, Jalan Usaha Tani Petoran, drainase Dampyak–Petiangan, dan penerangan jalan.
  • Langkah DPRD: Anggota DPRD Kabupaten Tegal Fraksi PKS, H. Bakhrun, berkomitmen mengawal usulan anggaran ke tingkat komisi dan OPD terkait.

SLAWI, radartegal.com – Ancaman banjir rob dan perbaikan jalan rusak parah menjadi prioritas utama yang mendesak untuk segera ditangani di wilayah Kelurahan Dampyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.

Warga setempat mendesak pemerintah daerah agar memberikan perhatian khusus pada peningkatan Jalan Pala 27 menuju Mejasem Timur serta solusi konkrit atas genangan air laut pasang di wilayah utara Dampyak.

Desakan ini mengemuka secara kuat dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Dampyak pada Jumat (9/10/2026). 

Warga berharap poin-poin yang disepakati tidak sekadar berakhir di atas kertas dokumen perencanaan, melainkan direalisasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

BACA JUGA:Rawan Macet dan Kecelakaan, Simpang Dampyak Butuh Solusi Cepat

BACA JUGA:37 Ribu Usulan Senilai Rp37,8 Triliun Diterima dalam Musrenbang Jawa Tengah

Kerusakan Akses dan Ancaman Rob yang Merugikan

Kondisi Jalan Pala 27 yang mengubungkan Dampyak dengan Desa Mejasem Timur kini memprihatinkan dan mengganggu kelancaran lalu lintas harian. Situasi ini kian berisiko bagi pengguna jalan saat malam hari akibat minimnya fasilitas penerangan jalan umum (PJU) di beberapa titik vital.

Sementara itu, ancaman rob di kawasan utara Kelurahan Dampyak terus berulang dan melumpuhkan aktivitas harian warga. Pasang surut air laut yang masuk hingga ke area permukiman tidak hanya memutus akses, tetapi juga mengakibatkan kerugian materiil berupa kerusakan perabot rumah tangga.

Bagi masyarakat lokal, penyelesaian dua isu mendasar ini bukan sekadar pembangunan fisik semata. Perbaikan jalan merupakan syarat mutlak kelancaran ekonomi, sedangkan penanganan rob menyangkut keselamatan permukiman dan perlindungan aset milik warga.

Sederet Usulan Infrastruktur Lingkungan dan Pertanian

Selain dua masalah utama di atas, Musrenbang Kelurahan Dampyak turut menjaring berbagai usulan infrastruktur pendukung lainnya dari masyarakat, meliputi:

  • Peningkatan struktur Jalan Jati.
  • Perbaikan Jalan Usaha Tani Petoran untuk akses pertanian.
  • Pemasangan jaringan PJU di sepanjang jalur Dampyak–Mejasem.
  • Pembangunan saluran drainase penampung di rute Dampyak–Petiangan.

BACA JUGA:Ketua DPRD Kabupaten Tegal Siap Kawal Hasil Musrenbang Kecamatan Warureja

BACA JUGA:Warga Curhat Jalan Rusak hingga Drainase di Musrenbang Kecamatan Larangan

Daftar usulan tersebut menegaskan kebutuhan mendesak masyarakat terhadap ketersediaan sanitasi lingkungan yang memadai, penerangan jalan yang aman, serta drainase tangguh guna meminimalisir potensi banjir.

Komitmen DPRD Kabupaten Tegal Kawal Anggaran Daerah

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: