Strategi Pemkot Tegal Selamatkan Pujasera Jalan Melati dari Mati Suri

Strategi Pemkot Tegal Selamatkan Pujasera Jalan Melati dari Mati Suri

RAPAT - Pemkot Tegal bergerak cepat membenahi Pujasera Jalan Melati yang sepi pembeli. -K. Anam Syahmadani/Radar Tegal Grup-

Ringkasan Cepat

  • Kondisi Saat Ini: Pujasera Jalan Melati sepi pembeli dan pedagang yang bertahan tersisa 35 orang dari semula 123 orang.
  • Langkah Pembenahan: Pemkot Tegal fokus membenahi sarana, fasilitas fisik, kebersihan saluran air, hingga penertiban gerobak mangkrak.
  • Wacana Kebijakan: Ada usulan pembebasan retribusi parkir sementara untuk menarik minat pengunjung.
  • Inovasi Konsep: Kawasan kuliner bakal bertransformasi menjadi tempat nongkrong yang ramah anak muda lewat kolaborasi lintas instansi.

TEGAL, radartegal.com - Pusat Jajanan Serba Ada atau Pujasera Jalan Melati di Kelurahan Kejambon, Tegal Timur, Kota Tegal, tengah menghadapi masa-masa sulit. Tempat kuliner yang beroperasi sejak satu tahun tujuh bulan lalu itu kini berjuang keluar dari ancaman sepi pengunjung serta ditinggalkan oleh sebagian besar pedagangnya.

Pemerintah Kota Tegal langsung mengambil langkah taktis untuk menyelamatkan kawasan kuliner ini agar tidak mati suri. Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Dinkop UKM Perdagangan) Kota Tegal telah menggelar rapat koordinasi bersama instansi terkait dan paguyuban pedagang pada Kamis (2/10/2026).

"Rakor ini membahas sepinya Pujasera," kata Kepala Dinkop UKM Perdagangan Kota Tegal, Sirat Mardanus, yang didampingi Kabid Perdagangan Makhsun Bustomi, Jumat (3/10/2026).

Pedagang Menyusut Drastis dan Fokus Pembenahan Fasilitas

Pada awal peresmiannya, Pujasera Jalan Melati sempat menjadi pusat perhatian masyarakat. Lokasi ini awalnya menampung sebanyak 123 pedagang relokasi dari kawasan Jalan Kartini, Jalan KH Ahmad Dahlan, dan Jalan Tentara Pelajar. Namun, ramainya suasana tersebut perlahan memudar seiring berjalannya waktu.

BACA JUGA:Pujasera Jalan Melati Tegal Sepi Pembeli, Puluhan PKL Bangkrut

BACA JUGA:Pagi Hari Kumuh, Kebersihan City Walk Ahmad Yani Tegal Dikritik DPRD

Saat ini, jumlah pedagang yang mengadu nasib di sentra kuliner Kejambon tersebut menyusut tajam. Data terbaru menunjukkan hanya tersisa 35 pedagang yang masih konsisten berjualan setiap harinya.

Guna memulihkan daya tarik kawasan, Dinkop UKM Perdagangan Kota Tegal memprioritaskan pembenahan sarana dan prasarana. Langkah perbaikan mencakup pembersihan saluran air yang tersumbat, peningkatan kebersihan area, pemerataan tanah pada lapak agar pengunjung lebih nyaman, serta penataan gerobak yang sudah tidak terpakai.

"Gerobak yang tidak aktif akan kami rapikan. Sehingga perlu pemanggilan pemiliknya," jelas Sirat.

Usulan Bebas Parkir dan Transformasi Konsep Tempat Nongkrong

Di samping penataan fasilitas fisik, persoalan retribusi parkir disinyalir menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat enggan singgah. Menanggapi keluhan dari pedagang maupun calon pembeli, pihak dinas berencana mengajukan usulan pembebasan tarif parkir untuk sementara waktu.

BACA JUGA:Wali Kota Tegal Boyong UMKM Unggulan ke MTQ Nasional XXXI

BACA JUGA:50 Pelaku UMKM Kuliner di Tegal Ikuti Pelatihan Keamanan Pangan, Dinkes Dorong Kantongi SPPIRT

"Kami akan berkoordinasi lebih lanjut sembari melaporkan ke Pak Wali Kota. Sifatnya masih usulan," tutur Sirat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: