Tanggapan Maxim Soal Penyegelan Kantor Cabang oleh Driver Tegal
Tanggapan Manajemen Maxim atas penyegelan kantor perwakilan Tegal--
TEGAL, radartegal.com — Manajemen Maxim Indonesia akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait aksi unjuk rasa serta tindakan penyegelan kantor operasional cabang oleh rombongan pengemudi di Kota Tegal. Manajemen penyedia jasa transportasi daring ini menegaskan komitmennya untuk selalu membuka ruang dialog konstruktif guna menyelesaikan dinamika yang terjadi di lapangan.
Klarifikasi terbuka ini disampaikan langsung oleh Direktur Pengembangan Maxim Indonesia, Dirhamsyah, untuk meluruskan berbagai persepsi terkait pengoperasian fitur aplikasi, skema komisi, hingga kebijakan pendaftaran mitra pengemudi baru.
Fitur Turbo Opsional dan Bebas Dipilih Driver
Salah satu poin utama yang disuarakan dalam aksi protes driver di Tegal adalah keberadaan fitur Turbo. Menanggapi polemik tersebut, Dirhamsyah menegaskan bahwa keikutsertaan mitra dalam program Turbo sepenuhnya bersifat sukarela tanpa ada unsur paksaan.
Fitur ini dirancang khusus bagi pengemudi yang ingin mendapatkan prioritas alokasi pesanan yang lebih tinggi selama durasi lima jam dengan membayar biaya tertentu.
BACA JUGA: Tolak Fitur Turbo, Pengemudi Maxim Kota Tegal Segel Kantor Aplikator
BACA JUGA: Didampingi Kapolres dan Dishub, Komisi III DPRD Tegal Terima Aksi Pengemudi Ojol
"Keikutsertaan dalam program Turbo bersifat sukarela dan dapat menjadi pilihan bagi mitra yang menjalankan aktivitas sebagai pengemudi secara paruh waktu. Mitra pengemudi yang memilih untuk tidak mengikuti program Turbo tetap dapat menerima orderan dan memperoleh penghasilan sesuai dengan mekanisme standar distribusi pesanan yang berlaku," terang Dirhamsyah.
Kebijakan Komisi Aplikasi dan Biaya Platform
Selain fitur Turbo, manajemen Maxim turut memberikan penjelasan detail mengenai potongan komisi serta skema tarif yang selama ini diberlakukan kepada para pengemudi.
Dirhamsyah menekankan bahwa potongan komisi aplikasi yang diterapkan perusahaan telah berjalan sesuai regulasi pemerintah, yaitu berada pada rentang 0 hingga 8 persen. Mengenai biaya platform, besaran tersebut sudah dihitung menyatu ke dalam tarif dasar dan tidak dibebankan sebagai tagihan terpisah bagi pengemudi.
Alokasi biaya platform tersebut dimanfaatkan untuk menutup operasional harian, pemeliharaan sistem, serta pengembangan teknologi fitur aplikasi. Pihaknya berkeyakinan, mitra yang aktif menyelesaikan pesanan berpeluang memperoleh pendapatan di atas rata-rata sembari tetap menjaga tarif perjalanan ramah di kantong konsumen.
BACA JUGA: Bawa 5 Tuntutan, Seratusan Driver Ojol di Tegal Datangi Gedung DPRD
BACA JUGA: 265 Polisi Diterjunkan Amankan Aksi Unjuk Rasa Driver Ojol di Tegal
Evaluasi Kebutuhan Mitra dan Keseimbangan Pasar
Sorotan mitra terkait pendaftaran pengemudi baru juga mendapat tanggapan dari manajemen. Maxim menegaskan akan terus membuka kesempatan bergabung bagi masyarakat luas di seluruh wilayah Indonesia.
Meski begitu, perusahaan mengeklaim selalu melakukan evaluasi berkala untuk menghitung rasio kebutuhan pengemudi di tiap daerah. Langkah ini diambil guna menjaga keseimbangan antara ketersediaan armada (supply) dan tingkat permintaan pengguna (demand).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

