Targetkan STBM Madya 2026, Pemkot Tegal Pacu Layanan Sanitasi
Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyatul Muthmainnah saat mengikuti zoom meeting--
TEGAL, radartegal.com — Pemerintah Kota Tegal terus memacu kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan guna meningkatkan predikat Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Setelah mengantongi kategori Pratama, Kota Tegal kini mengincar predikat STBM Kategori Madya dalam ajang STBM Award 2026.
Langkah percepatan ini dikonfirmasi langsung oleh Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah. Ia menyampaikan optimisme tersebut usai mendampingi proses penilaian serta verifikasi lapangan oleh tim juri independen STBM Award 2026.
Menurut Tazkiyyatul, pemenuhan seluruh indikator terus digenjot agar standar penilaian kategori Madya dapat terpenuhi secara maksimal sebelum tenggat penentuan.
"Kita melakukan penilaian dari tim verifikator untuk STBM Award 2026. Kota Tegal saat ini masuk dalam kategori kota STBM kategori Pratama dan kita menuju kota STBM kategori Madya. Mudah-mudahan 2026 ini mampu kita capai," ujar Tazkiyyatul.
BACA JUGA: Masih Ada 1.390 RTLH di Kota Tegal, Pemkot Targetkan Tuntas 2030
BACA JUGA: Pemkot Tegal Susun Renkon Banjir 2026-2028 Demi Percepat Respons Bencana
Capaian 100 Persen Pilar Utama dan Tantangan Pengelolaan Limbah
Sektor Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ditopang oleh lima pilar utama. Kota Tegal mencatatkan modal kuat pada pilar pertama, yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan atau Open Defecation Free (ODF).
Status ODF sebesar 100 persen ini berhasil dipertahankan sejak tahun 2021. Capaian tersebut mencakup seluruh wilayah administrasi yang tersebar di 27 kelurahan se-Kota Tegal.
Meski demikian, pilar kedua hingga kelima masih membutuhkan intervensi berkelanjutan. Berdasarkan data paparan penilaian STBM Award 2026, tingkat partisipasi pilar Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) berada di angka 94,03 persen.
Sementara itu, pilar Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAM-RT) sehat menyentuh 93,99 persen. Untuk pilar keempat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga tercatat 77,97 persen, dan pilar kelima terkait pengelolaan limbah cair rumah tangga mencapai 69,99 persen.
BACA JUGA: Cara Pemkot Tegal Perkuat Karakter Anak Usia Dini Lewat Permainan Tradisional
BACA JUGA: Langkah Pemkot Tegal Perketat Kawasan Tanpa Rokok via Jambore 2026
Sinergi CSR dan Pembagian Peran dengan Masyarakat
Pemerintah Kota Tegal menyadari bahwa peningkatan kualitas sanitasi publik tidak bisa diraih secara sepihak. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menutup kesenjangan pilar yang belum optimal.
Pemkot menggandeng sektor swasta, lembaga sosial, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Bantuan dialokasikan untuk pembangunan fisik serta pendanaan sarana kebersihan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




