Mengapa Indonesia Jadi Rebutan Pemain Kendaraan Listrik Dunia?

Mengapa Indonesia Jadi Rebutan Pemain Kendaraan Listrik Dunia?

Investasi mobil listrik Indonesia mempertemukan produsen Tiongkok, Korea, dan negara lain di kawasan industri Jawa Barat.--

JAKARTA, radartegal.com - investasi mobil listrik Indonesia kini menarik pemain dari berbagai negara. Persaingan terlihat dari pembangunan pabrik, baterai, hingga rantai pasok domestik.

Tiongkok datang dengan kekuatan manufaktur dan penguasaan teknologi baterai. Sementara Korea Selatan membawa pengalaman manufaktur otomotif dan baterai terintegrasi.

Namun, persaingan tersebut bukan sekadar perebutan pasar kendaraan Indonesia. Indonesia sedang berusaha menjadikan investasi sebagai mesin industrialisasi nasional.

Alasan Indonesia Jadi Rebutan Pemain Kendaraan Listrik Dunia

Indonesia memiliki cadangan nikel besar dan pasar kendaraan yang terus berkembang. Kombinasi tersebut membuat negara ini menarik bagi produsen dan pemasok global.

BACA JUGA: Kenapa Mobil Listrik Tidak Pakai Gigi Transmisi seperti Mobil Bensin?

BACA JUGA: 7 Alasan Teknisnya Kenapa Ban Mobil Listrik Cepat Botak

Posisinya semakin strategis karena pemerintah mendorong pengolahan mineral hingga manufaktur. Rantai industri yang lengkap dapat menghasilkan nilai tambah lebih besar.

IEA mencatat Indonesia menyumbang lebih dari separuh produksi tambang nikel dunia pada 2023. Sementara itu, investasi asing terus masuk untuk membangun kapasitas industri baterai.

Siapa Lebih Unggul dalam Investasi Mobil Listrik Indonesia?

1. Tiongkok Unggul dalam Kecepatan Membangun Ekosistem

Perusahaan Tiongkok hadir pada berbagai lapisan industri kendaraan listrik Indonesia. BYD, CATL, dan CNGR menjadi contoh pemain yang dibidik pemerintah.

BYD membangun fasilitas kendaraan listrik di Subang, Jawa Barat. Rencana awalnya mencakup kapasitas produksi hingga 150.000 kendaraan per tahun.

BACA JUGA: Indonesia vs Thailand, Siapa Raja Mobil Listrik ASEAN 2026?

BACA JUGA: Mobil Listrik yang Diproduksi di Indonesia, Ini Daftar dan Keunggulannya

Kekuatan Tiongkok tidak hanya berasal dari produsen kendaraan. Rantai baterai dan material pendukungnya juga sudah sangat besar.

IEA mencatat perusahaan Tiongkok menguasai porsi dominan produksi komponen baterai global. China memasok hampir 85 persen material aktif katoda dan lebih 90 persen material anoda.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: