Geger Video Asusila Kepsek dan Guru SD di Pekalongan, Disdikbud Buka Suara

Geger Video Asusila Kepsek dan Guru SD di Pekalongan, Disdikbud Buka Suara

VIRAL - Tangkapan layar tayang video asusila kepala sekolah dan guru SD di Pekalongan.--

PEKALONGAN, radartegal.com - Dunia pendidikan di Kabupaten Pekalongan dihebohkan oleh beredarnya rekaman CCTV yang memperlihatkan tindakan tidak terpuji antara dua oknum tenaga pendidik. Kejadian ini melibatkan seorang kepala sekolah dan guru Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kecamatan Kedungwuni.

Video berdurasi singkat tersebut memperlihatkan adegan yang tidak pantas di sebuah ruangan yang menyerupai ruang tamu. Setelah rekaman itu viral di media sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pekalongan langsung bergerak cepat memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak terkait.

Disdikbud Tangani Kasus dan Beri Sanksi

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, mengonfirmasi bahwa dua pemeran dalam video berdurasi 21 detik itu merupakan tenaga pendidik di wilayahnya. Pria dan wanita dalam rekaman tersebut terbukti bertugas di salah satu SD di Kedungwuni.

Disdikbud menerima laporan mengenai keberadaan rekaman tersebut sejak awal Agustus 2026. Setelah menurunkan tim untuk memverifikasi kebenaran informasi di lapangan, pihak dinas tidak menunda waktu untuk mengambil tindakan disiplin.

BACA JUGA:Video Asusila di Taman Balekambang Solo Viral, Ini Respon Disbudpar

BACA JUGA:Manfaatkan Rumah Sepi, Nenek 90 Tahun Jadi Korban Asusila Tetangga Sendiri

Langkah tegas pun diambil guna menjaga iklim kondusif di lingkungan sekolah. Oknum kepala sekolah langsung diberhentikan dari posisinya dan ditarik ke kantor dinas, sementara oknum guru dipindahkan ke lokasi bertugas yang jauh.

Kronologi Pemasangan CCTV Tersembunyi

Hubungan yang tidak wajar antara kedua oknum pendidik tersebut rupanya sudah menjadi rahasia umum di lingkungan sekolah. Menurut Kholid, kedua pelaku sebenarnya telah memiliki pasangan sah masing-masing.

Dugaan perselingkuhan yang berembus lama memicu inisiatif dari pihak sekolah untuk membuktikannya. Sebuah kamera tersembunyi akhirnya dipasang secara mandiri guna merekam aktivitas mencurigakan di area tersebut.

Hasil rekaman dari kamera tersembunyi itulah yang kemudian membocorkan tindakan asusila mereka hingga akhirnya tersebar ke publik dan viral di media sosial.

BACA JUGA:Buntut Kasus Sabu dan Asusila, Aiptu Nuridin Dijatuhi Sanksi PTDH

BACA JUGA:Diduga untuk Asusila, Bangunan Liar di Lahan Relban Ampelgading Pemalang Bakal Ditertibkan

"Begitu rekaman CCTV itu kita pastikan kebenarannya, kita langsung eksekusi. Oknum kepala sekolah langsung kita copot dan 'kandangkan' di dinas. Untuk oknum gurunya sudah kita pindah ke tempat yang jauh," tegas Kholid pada Jumat, 4 September 2026.

Ancaman Sanksi Lanjutan dan Imbauan Integritas

Meskipun tindakan awal telah dijatuhkan, proses hukum disiplin aparatur belum sepenuhnya usai. Sanksi administratif lanjutan kini sedang diproses dan menunggu keputusan resmi dari pimpinan daerah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: