Sharp Giga Fest

Modal Nekat, Petugas Damkar Tegal Selesaikan 242 Tugas Non-Kebakaran

Modal Nekat, Petugas Damkar Tegal Selesaikan 242 Tugas Non-Kebakaran

EVAKUASI - Petugas Damkar Kabupaten Tegal saat mengevakuasi biawak yang masuk ke dalam sumur warga, baru-baru ini.-Yeri Noveli/Radar Tegal Grup-

SLAWI, radartegal.com - Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Tegal dibekali keberanian tinggi meski tanpa pelatihan khusus menangani hewan buas. Keahlian lapangan dan respons cepat menjadi kunci utama mereka dalam menyelesaikan ratusan laporan warga, mulai dari ancaman ular hingga evakuasi cincin tersangkut.

Kejadian penyelamatan non-kebakaran yang dilakukan personel pemadam kebakaran (damkar) sering kali menguji nyali. Penanganan hewan liar hingga masalah teknis harian warga kini menjadi porsi tugas rutin yang harus diselesaikan di lapangan.

Variasi Tugas Non-Kebakaran di Kabupaten Tegal

Tugas pemadam kebakaran Tegal kini berkembang jauh melampaui pemadaman kobaran api. Warga setempat secara aktif melaporkan berbagai insiden darurat harian yang sulit diselesaikan secara mandiri.

Jenis hewan liar yang kerap diisi dalam daftar penanganan meliputi:

  • Ular masuk permukiman
  • Sarang tawon dan lebah
  • Monyet liar
  • Biawak

BACA JUGA:Tiga Kebakaran Lahan Terjadi Sehari di Kabupaten Tegal, Damkar Ungkap Penyebabnya

BACA JUGA:Damkar Lakukan Evakuasi Pria di Brebes yang Terjebur Sumur

Selain ancaman satwa liar, personel juga menangani insiden teknis harian. Laporan seperti pelepasan cincin yang menyumbat jari, pintu rumah atau mobil terkunci, hingga kucing terjebak di sumur kerap diterima unit operasional.

Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal, Agus Sukoco, memaparkan fakta tersebut dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) di Aula Satpol PP Kabupaten Tegal pada Kamis (27/8/2026). Ia menegaskan komitmen jajarannya untuk tetap mengedepankan pelayanan cepat bagi setiap aduan yang masuk.

Tantangan Keterbatasan Personel dan Pelatihan

Operasi evakuasi hewan di Tegal menghadapi tantangan besar dari sisi fasilitas pelatihan dan kuantitas SDM. Hingga saat ini, belum ada program pelatihan resmi penanganan satwa berbahaya yang diberikan kepada para petugas.

"Meski sudah mencapai 242 penanganan evakuasi hewan, para petugas damkar sebenarnya tidak pernah mengikuti pelatihan khusus menangani hewan buas," ungkap Agus Sukoco.

BACA JUGA:Rumah Kayu di Dermasuci Tegal Terbakar, Akses Curam Sempat Hambat Damkar

BACA JUGA:Empat Kebakaran Terjadi dalam Dua Hari di Kabupaten Tegal, Damkar Amankan Lokasi Dekat Permukiman

Kondisi tersebut memaksa petugas bertindak dengan mengandalkan pengalaman mandiri serta kewaspadaan tinggi. Risiko keselamatan kerja menjadi perhatian utama mengingat bahaya fisik yang mengintai di lokasi evakuasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: