Warga Batang Gempar! 7 Remaja Bawa Celurit Diringkus Polisi Sebelum Tawuran Pecah
TAWURAN - Polres Batang berhasil gagalkan tawuran, 7 remaja diamankan besarta senjata tajam berbagai jenis.-istimewa-
BATANG, radartegal.com - Langkah cepat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Batang berhasil menggagalkan potensi bentrokan antarkelompok remaja di kawasan Jalan Raya Tulis–Bandar, Kabupaten Batang. Tujuh anak di bawah umur diringkus petugas kepolisian bersama barang bukti berupa senjata tajam jenis celurit, sabit, hingga sabuk bergesper besi ukuran besar.
Aksi sigap aparat Polsek Bandar tersebut berlangsung pada Senin malam, 17 Agustus 2026, sekitar pukul 23.30 WIB. Kepolisian bergerak menyisir lokasi setelah menerima laporan keresahan warga yang melihat pergerakan mencurigakan sekelompok pemuda di area perbatasan Desa Candi dan Desa Wonosegoro, Kecamatan Bandar.
Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono mengapresiasi keberanian dan kepedulian warga lokal yang segera melapor ke pihak berwajib. Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama penggagalan potensi aksi kekerasan jalanan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat yang segera memberikan informasi kepada kepolisian. Respons cepat masyarakat dan petugas berhasil mencegah dugaan tawuran sebelum menimbulkan korban,” ujar Warsono.
BACA JUGA:Rencana Tawuran Terbongkar di Medsos, 4 Pemuda Kendal Ditangkap
BACA JUGA:Diduga Korban Tawuran, Pelajar di Brebes Ditemukan Meninggal di Jalan Luwes-Banjaratma
Kronologi Penangkapan dan Penemuan Senjata Tajam
Peristiwa ini bermula ketika warga sekitar area Jalan Raya Tulis–Bandar mendapati belasan remaja berkerumun menjelang tengah malam. Warga semakin resah lantaran sebagian anak dalam kelompok tersebut terlihat membawa benda tajam yang berbahaya bagi para pengguna jalan.
Menanggapi laporan publik, jajaran Polsek Bandar yang tengah berpatroli langsung meluncur ke lokasi kejadian. Petugas menyisir area sekitar perbatasan desa untuk mengamankan situasi sebelum konflik antarkelompok meletus secara terbuka.
Dalam penyisiran intensif tersebut, polisi bersama warga berhasil mengamankan tujuh orang remaja. Seluruh anak yang terjaring langsung digelandang ke markas kepolisian untuk menjalani pemeriksaan mendalam terkait identitas serta motif berkumpul.
Di lokasi penangkapan, petugas menemukan tiga item barang bukti yang diduga kuat disiapkan untuk aksi bentrokan. Benda berbahaya tersebut meliputi satu bilah sabit, satu bilah celurit atau kelewang, serta sebuah sabuk dengan gesper berukuran besar yang siap dipakai sebagai senjata penyerangan.
BACA JUGA:Marak Tawuran Pelajar di Tegal, Anggota DPRD Tegaskan Sekolah Tak Bisa Berjalan Sendiri
BACA JUGA:Polres Brebes Ungkap Kasus Kejahatan Seksual dan Tawuran, Sejumlah Pelaku Diamankan
Pendalaman Motif dan Penelusuran Aktor Intelektual
Meski telah mengamankan sejumlah barang bukti, pihak Polresta Batang belum menetapkan status hukum pasti bagi masing-masing anak. Polisi masih melakukan pendalaman menyeluruh untuk memetakan keterlibatan individu serta asal kelompok mereka.
Penyidik kini tengah menelusuri jejak komunikasi digital untuk mengetahui apakah ada aksi saling tantang di media sosial sebelum penangkapan. Langkah ini diambil guna melacak kemungkinan adanya dalang atau kelompok lain yang turut memprovokasi rencana bentrokan tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



