Kisah Sawitri Maestro Tari Endel Tegal: Ingin Menari Sampai Mati
SAWITRI - Ubaidillah menunjukkan Buku Sawitri yang ditulisnya selama tiga bulan dan sekarang sudah diluncurkan di Kabupaten Tegal, Selasa 11 Agustus 2026. -Yeri Noveli-
SLAWI, radartegal.com – Tari Endel Tegal yang kini menjadi identitas budaya Kabupaten Tegal memiliki kisah panjang seorang perempuan tangguh. Sejak kecil, ia hidup bersama irama gamelan dan panggung dari desa ke desa.
Namanya Sawitri. Meskipun usianya kini hampir 80 tahun, kecintaannya terhadap dunia seni tari seolah tak pernah mengenal kata selesai.
Bagi Sawitri, menari bukan sekadar pertunjukan hiburan, melainkan jalan hidup, warisan keluarga, sekaligus napas kebudayaan yang wajib dijaga agar tidak punah ditelan zaman.
Kisah perjalanan hidup sang maestro kini diabadikan dalam sebuah buku biografi berjudul “Sawitri: Aku Ingin Menari Sampai Mati”. Buku karya Ubaidillah dan Sigit Pamungkas ini resmi diluncurkan di Lasnur Convention Hall Slawi, Kabupaten Tegal.
BACA JUGA: Peringati Hari Puisi Indonesia, Penyair Tegal Luncurkan Buku Puisi Sirip Angin
BACA JUGA: 10 Daftar Toko Perlengkapan Sekolah Terbaik di Semarang, Lengkap dari Buku hingga Tas
Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, anggota DPR RI Abdul Fikri Faqih, serta para seniman dan budayawan dari wilayah Kabupaten Tegal dan Kota Tegal.
Silsilah dan Rantai Warisan Tari Endel Kabupaten Tegal
Buku ini bukan sekadar biografi biasa. Karya literasi ini menjadi upaya konkret untuk merekam perjalanan sebuah tradisi yang diwariskan lintas generasi.
Ubaidillah mengungkapkan bahwa sosok Sawitri dipilih karena dedikasinya yang luar biasa terhadap keberlangsungan seni Tari Endel di Kabupaten Tegal. Atas dedikasi tersebut, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menganugerahinya gelar maestro pada tahun 2010 lalu.
Namun, ada satu fakta sejarah penting yang diluruskan dalam buku ini: Sawitri bukanlah pencipta Tari Endel, melainkan seorang pewaris.
BACA JUGA: Daftar 8 Toko Buku di Tegal Paling Lengkap, Cocok untuk Pelajar dan Mahasiswa
BACA JUGA: Saat Dongeng dan Buku Berbicara di Tengah Bencana Padasari Tegal: Luka Hati Anak Pengungsi Terobati
Tari Endel telah hidup jauh sebelum Sawitri mengenal panggung. Seni ini diwariskan secara turun-temurun melalui garis keluarganya:
1. Mbah Darim (Nenek Buyut): Leluhur Sawitri dari Desa Slarang Lor, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal. Beliau menguasai 12 jenis seni tari topeng.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



