Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Pemprov Tunjuk Penggantinya
--
PEMALANG, radartegal.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di Kabupaten PEMALANG setelah Bupati PEMALANG Anom Widiyantoro ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Untuk menjamin roda pemerintahan tetap berjalan, Wakil Bupati PEMALANG, Nurkholes, ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati PEMALANG.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan penunjukan Nurkholes sebagai Plt Bupati Pemalang telah diproses dan ditandatangani. Sesuai ketentuan yang berlaku setelah Anom Widiyantoro ditetapkan sebagai tersangka KPK.
"Insyaallah sudah ditandatangani, karena begitu ditetapkan (tersangka) harus tidak boleh ada kekosongan," kata Sumarno mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi usai Rapat Paripurna DPRD Jawa Tengah di Gedung Berlian, Semarang, Kamis, 30 Juli 2026.
Menurut Sumarno, penunjukan Nurkholes untuk memastikan seluruh proses pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Pemalang tetap berjalan normal meskipun kepala daerah sedang menjalani proses hukum.
BACA JUGA: Tangkap Tangan KPK Bupati Pemalang, 7 Orang Diangkut ke Gedung Merah Putih di Jakarta
BACA JUGA: Hanya Rentang Waktu 4 Tahun, KPK Kembali OTT Bupati Pemalang
"Apapun yang terjadi di pemerintah daerah, yang selalu menjadi catatan adalah jangan sampai mengganggu layanan kepada masyarakat," ujarnya.
Selain menunjuk Plt Bupati Pemalang, Gubernur Jawa Tengah juga akan melakukan asesmen terhadap kondisi pemerintahan di Kabupaten Pemalang. Sumarno mengungkapkan dirinya dijadwalkan bertemu dengan Nurkholes untuk memastikan seluruh penyelenggaraan pemerintahan tetap berlangsung sebagaimana mestinya.
Menanggapi kembali terjeratnya kepala daerah dalam kasus korupsi, Sumarno mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin.
"Imbauannya tentu saja agar selalu mengedepankan masalah integritas. Integritas itu memang sesuatu yang diungkapkan gampang, tapi pelaksanaannya sulit. Itulah yang harus kita ingatkan terus," tegasnya.
BACA JUGA: Usai Diperiksa KPK, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Keluar Pakai Rompi Oranye
BACA JUGA: KPK Amankan 21 Orang dalam OTT Bupati Pemalang, Uang Tunai Rp2 Miliar Disita
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Gubernur Ahmad Luthfi selama ini terus menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Untuk melakukan supervisi serta mengingatkan pemerintah kabupaten/kota mengenai titik-titik rawan tindak pidana korupsi.
"Pak Gubernur selalu mengajak KPK melakukan supervisi. Tolong teman-teman benar-benar menegakkan hal-hal yang selama ini sering diingatkan, terutama mitigasi risiko pada pengadaan barang dan jasa maupun praktik jual beli jabatan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


