Sukses Budidaya Maggot dengan Manfaatkan Sampah MBG, Formagi Mulai Kembangkan Ternak Lele
Setelah sukses mengembangkan budidaya maggot dengan memanfaatkan sampah dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Forum Mitra Ketahanan Gizi (Formagi) Brebes mulai mengembangkan tenak ikan lele.(istimewa)--
BREBES, radartegal.com - Setelah sukses mengembangkan budidaya maggot dengan memanfaatkan sampah dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Forum Mitra Ketahanan Gizi (Formagi) Brebes mulai mengembangkan tenak ikan lele. Di mana, Formagi saat ini berupaya meminimalisir atau mengurangi sampah sisa Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG di wilayah Kecamatan Losari.
Ketua Formagi, Muhaemin, melalui Wakil Ketua, Untung Surodi mengatakan, awal mulanya budidaya maggot yang sudah dijalankan selama kurang lebih satu bulan ini tidak lain sebagai upaya pihaknya ikut andil dalam mengurangi volume sampah. Salah satunya sampah sisa dari MBG.
"Adanya Tempat Pembuangna Sampah (TPS) Terintegrasi khusus sisa MBG bagi SPPG di Losari ini tidak lain sebagai upaya kami dalam mengurangi jumlah sampah di Kabupaten Brebes," ungkapnya, Minggu 26 Juli 2026.
"Nah, sampah inilah yang menjadi bahan utama kita dalam budidaya maggot yang sudah berjalan ini. Jadi sampah ini nantinya dijadikan makanan untuk maggot," tambahnya.
BACA JUGA:Diduga Asal-asalan, Pembangunan Jaringan Irigasi Tersier Slatri Brebes Disorot
BACA JUGA:Diadukcapil Ungkap Capaian IKM di Brebes pada Semester I
Dia menceritakan, awal mula pembukaan budidaya maggot ini total menghabiskan 30 gram bibit magit untuk kapasitas 16 biopon. Hasil pembukaan bibit maggot tersebut menghasilkan 80 kilogram maggot.
Bahkan, untuk saat ini dengan hasil tersebut pihaknya telah bisa melakukan pembibitan sendiri. Saat ini, pihaknya sudah bisa mencukupi bibit maggot untuk 120 biopon yang telah dilakukan dilakukan penambahan beberapa pekan yang lalu.
"Kalau untuk sekarang, dari 30 gram bibit maggot untuk kapasitas 16 biopon, sekarang bisa melakukan pembibitan sendiri untuk mengisi 120 biopon dengan rata-rata telur maggot per biopon sebanyak 4 gram yang dapat menghasilkan 5 kg maggot dengan massa panen per 15 hari sekali," terangnya.
Setalah dirasa cukup berjalan, saat ini pihaknya kembali melakukan pemanfaatan lahan di sekitar lokasi budidaya maggot untuk ternak lele. Saat ini, pihaknya telah membuat kolam lele kapasitas 20.000 ekor dengan luas kolam 30 meter x 10 meter.
BACA JUGA:Kebakaran, Toko Sembako di Luwungragi Bulakamba Brebes Hangus Dilalap si Jago Merah
BACA JUGA:Mayat di Sungai Babakan Sutamaja Brebes Gegerkan Warga
"Memang selain ternak lele kami juga berencana ternak bebek. Dengan konsumsi pakan ternak ini memanfaatkan maggot yang telah dihasilkan di budidaya yang sudah ada," terangnya.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Forum Mitra Ketahanan Gizi Brebes wilayah Kecamatan Losari Muhaemin mengatakan, total ada 10 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Losari. Dari, 10 SPPG tersebut sehari menghasilkan dua ton sampah.
Dia menjelaskan, dari 85% sampah organik tersebut nantinya diharapkan dapat diolah di tempat sampah SPPG yang terintegritas. Nantinya, dalam pengelolaan sampah tersebut menggunakan biopon maggot.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




