Bukan Cuma Mengajar, Guru SD di Tegal Kini Dibekali ilmu BK Khusus!

Bukan Cuma Mengajar, Guru SD di Tegal Kini Dibekali ilmu BK Khusus!

ANTUSIAS - Guru BK Sekolah Dasar ikuti pelatihan bimbingan konseling yang digelar BBGTK Jateng dan Disdikbud Kabupaten Tegal.-Hermas Purwadi/Radar Tegal Grup-

SLAWI, radartegal.com – Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Tengah bergandengan tangan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tegal untuk meningkatkan kualitas pendidik. Kolaborasi ini diwujudkan melalui Diseminasi Pelatihan Bimbingan dan Konseling (BK) khusus bagi guru Sekolah Dasar (SD).

Agenda pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini dipusatkan di Aula SMKN 2 Slawi. Sebanyak 60 tenaga pendidik hadir untuk menyerap materi bimbingan psikologis bagi para murid.

Para peserta yang hadir merupakan perwakilan resmi dari tiap wilayah kecamatan di Kabupaten Tegal. Skema pengiriman delegasi ini dirancang agar pemahaman materi bimbingan dan konseling bisa tersebar secara merata.

Plt Kepala Disdikbud Kabupaten Tegal, Winarto menegaskan keutamaan dari jalannya acara ini. Pihaknya sengaja menghadirkan perwakilan terpilih dari setiap sudut wilayah.

BACA JUGA:Strategi Pemkab Tegal Tekan Penyakit Menular dan Kronis demi Capai Target 2030

BACA JUGA:Bukan Temuan Baru, Bupati Tegal: 1.446 Kasus HIV/AIDS Akumulasi Sejak 2010

"Setiap kecamatan mengirimkan delegasi guru terpilih untuk memastikan penyebaran pemahaman materi BK dapat berjalan merata di seluruh penjuru kabupaten," ujar Winarto, Rabu (22/7/2026).

Pentingnya Sinergi dan Kasih Sayang Pendidik

Kepala BBGTK Jawa Tengah, Darmadi, hadir secara langsung dalam forum tersebut. Ia menggarisbawahi betapa krusialnya kolaborasi antarstaf pengajar di lingkungan sekolah.

Darmadi mengingatkan bahwa tugas memberikan bimbingan kepada murid bukan cuma beban satu orang. Seluruh guru SD wajib saling bahu-membahu mendampingi anak didik dalam aktivitas harian.

Selain sinergi, Darmadi merinci lima indikator penting bagi seorang guru yang sungguh-sungguh mencintai profesinya. Ciri pertama adalah dorongan untuk selalu reflektif di setiap kesempatan.

BACA JUGA:Timbunan Sampah TPAS Penujah Longsor, Pemkab Tegal Siapkan Sistem Baru

BACA JUGA:Pilih Alun-Alun atau GOR Tri Sanja? Pemkab Tegal Tata Ulang CFD

Guru dianjurkan memanfaatkan jeda istirahat untuk mendiskusikan proses belajar mengajar. Evaluasi rutin ini menjadi kunci utama perbaikan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.

Ciri berikutnya adalah bekerja atas dasar ketulusan hati. Pendidik sejati tidak bergantung pada pengawasan atasan maupun terpengaruh oleh jumlah siswa di dalam kelas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: