Mengapa Pejalan Kaki di Kota Tegal Harus Selalu Mengalah?

Mengapa Pejalan Kaki di Kota Tegal Harus Selalu Mengalah?

BERUBAH FUNGSI - Jalur pedestrian di Jalan Veteran menjadi area parkir sepeda motor hingga lokasi menaruh barang. Di pusat Kota Tegal, fungsi ideal trotoar belum sepenuhnya terlihat.-K. Anam Syahmadani/Radar Tegal Grup-

TEGAL, radartegal.com - Pejalan kaki di pusat Kota Tegal terpaksa harus mengalah dan mempertaruhkan keselamatan mereka di jalan raya. Jalur pedestrian yang seharusnya menjadi ruang aman, kini justru beralih fungsi menjadi area parkir kendaraan, tempat berdagang, hingga lokasi penumpukan barang.

Kondisi tersebut memaksa para pejalan kaki turun ke badan jalan dan berbagi ruang langsung dengan lalu lintas kendaraan yang melintas. Fenomena pengambilalihan hak pejalan kaki di Kota Tegal ini pun mendapat sorotan tajam dari ahli tata kota.

Hirarki Transportasi: Pejalan Kaki Harus Prioritas Utama

Pengamat Perancangan Kota, Abdullah Sungkar, menegaskan bahwa prinsip utama keberadaan trotoar adalah menjamin keselamatan pejalan kaki. Dalam konsep kota sehat, fasilitas pedestrian memegang posisi tertinggi dalam hierarki lalu lintas.

"Hirarki dalam berlalu lintas didahulukan pejalan kaki, kemudian pesepeda, baru yang lain," ujar Sungkar, Senin (20/7/2026).

BACA JUGA:DPC PKB Kota Tegal Sowan ke PCNU, Tegaskan Sikap Soal Raperda Minol

BACA JUGA:DPRD Kota Tegal Minta Disdikbud Sokong Kegiatan Bulan Bahasa

Menurutnya, keselamatan warga yang berjalan kaki seharusnya menjadi pertimbangan paling krusial sebelum pengguna jalan lainnya.

Estetika Mengalahkan Fungsi dan Minimnya Pengawasan

Sungkar menilai pembangunan jalur pedestrian di pusat Kota Tegal saat ini lebih menonjolkan aspek keindahan visual ketimbang efisiensi fungsi. Akibatnya, eksekusi desain di lapangan kerap tidak menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Selain masalah desain, ia menyoroti lemahnya pengawasan pascapembangunan yang memicu maraknya alih fungsi fasilitas publik tersebut. Tanpa adanya kontrol berkala, fungsi trotoar akan mudah melenceng dari tujuan awal.

"Di ruang publik harus ada pengendalian. Ini yang belum dilakukan," tegas Sungkar.

BACA JUGA:Perkuat Layanan Kesehatan Pantura Barat, Ahmad Luthfi Resmikan RS Swasta Kota Tegal

BACA JUGA:Gubernur Ahmad Luthfi Minta Tegal Business Forum Hasilkan Investasi Nyata, Bukan Sekadar Seremoni

Tingginya Aktivitas Warga dan Pentingnya Konektivitas Jalur

Tingginya mobilitas masyarakat di kawasan Jalan Pancasila dan Alun-Alun menunjukkan tingginya kebutuhan ruang publik yang aman. Sayangnya, fasilitas pedestrian yang ada saat ini masih berdiri sendiri-sendiri dan belum saling terhubung secara terpadu.

Mantan anggota DPRD ini menekankan bahwa jalur pejalan kaki yang ideal mestinya terintegrasi dalam satu jaringan yang utuh. Hal ini penting agar warga dapat bertransit dengan nyaman antar-kawasan.

Dorong Pembangunan Jalur Pedestrian Hingga Permukiman

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: