Cara Cegah Burnout bagi Generasi Muda Tegal: Ubah Beban Jadi Amanah

Cara Cegah Burnout bagi Generasi Muda Tegal: Ubah Beban Jadi Amanah

TIPS - Anggota Lembaga Dakwah Kampus Tegal Rayadi beri tips cara cegah burnout bagi generasi muda.-K. Anam Syahmadani/Radar Tegal Grup-

TEGAL, radartegal.com – Stres berkepanjangan akibat menanggung banyak tanggung jawab sering kali memicu kelelahan fisik dan mental. Untuk mengatasinya, masyarakat, khususnya generasi muda di Tegal Raya, diajak memahami cara cegah burnout melalui perubahan sudut pandang dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Edukasi penting ini mengemuka dalam Talk Show Mental Health Matters bertema "Peran Ganda dan Burnout" yang diinisiasi oleh Bidang Kemuslimahan Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Tegal Raya. Acara yang dihadiri puluhan anggota LDK se-Tegal Raya ini berlangsung di salah satu kafe di Kota Tegal.

Konselor sekaligus Duta Kesehatan Mental, Kartika Dwi Hapsari, selaku narasumber menjelaskan bahwa mengubah istilah "beban ganda" menjadi "peran ganda" adalah langkah awal yang krusial. Menurutnya, label "beban" secara psikologis akan meningkatkan tekanan mental seseorang.

"Peran ganda bukan hanya dialami perempuan, laki-laki juga memilikinya. Semua itu adalah bagian dari tanggung jawab yang perlu diselesaikan, sehingga cara memandangnya juga perlu diubah," ujar Kartika.

BACA JUGA:Strategi Peningkatan Kompetensi ASN Pemkot Tegal Hadapi Era Digital

BACA JUGA:Rahasia Sukses MPLS Kota Tegal: Intip Rekomendasi Teka-Teki MPLS Paling Kreatif, Bikin Siswa Baru Cepat Akrab

Mengenal Gejala dan Cara Cegah Burnout Sejak Dini

Kartika menambahkan, ketika aktivitas sehari-hari dimaknai sebagai amanah dan proses pertumbuhan, seseorang akan lebih tangguh dan sehat secara psikologis. Sebaliknya, jika terus dianggap sebagai tekanan, risiko gangguan kesehatan mental akan meningkat.

Sebagai bagian dari cara cegah burnout, Kartika mengingatkan pentingnya mendeteksi tanda-tanda kelelahan sebelum terlambat. Menurutnya, kondisi ini tidak boleh diremehkan karena mencakup tiga aspek yang saling terikat:

  • Kelelahan Fisik: Tubuh terasa lelah kronis meski sudah beristirahat.
  • Kelelahan Psikis: Kehilangan motivasi, cemas, dan emosi yang tidak stabil.
  • Kelelahan Spiritual: Merasa hampa dan kehilangan makna dalam menjalani rutinitas.

"Ketika mampu melihat setiap peran sebagai bagian dari proses bertumbuh, bukan sebagai tekanan, maka kita akan lebih mudah menjaga kesehatan mental," tegas Kartika di hadapan peserta.

BACA JUGA:DPRD Kota Tegal dan Pemkot Bahas Tindak Lanjut Temuan BPK, 96 Persen Kasus Sejak 2005 Berhasil Dituntaskan

BACA JUGA:Pemkot Tegal Sabet Juara 3 Kategori Stand PPI di Jateng Fair 2026

Sementara itu, Penanggung Jawab Acara, Dwi Ayu Riani, mengungkapkan bahwa agenda ini lahir dari kepedulian terhadap kaum perempuan yang rentan mengalami burnout akibat tuntutan multiperan. Banyaknya tanggung jawab yang berjalan bersamaan sering kali membuat mereka kehilangan fokus dan kebingungan.

Melalui kegiatan ini, FSLDK Tegal Raya berharap para peserta, khususnya perempuan di Jawa Tengah, mendapatkan edukasi segar mengenai manajemen stres.

"Kami berharap para perempuan mampu menjalankan berbagai peran dalam kehidupan secara seimbang tanpa mengabaikan kondisi diri sendiri," pungkas Dwi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: