Viral! Dihina Keluarga Pasien, Dokter di Tegal Lapor Polisi

Viral! Dihina Keluarga Pasien, Dokter di Tegal Lapor Polisi

KEKERASAN NAKES - Dokter Sheila Vina Putri (kanan) viral setelah unggahannya di Instagram menceritakan ihwal dugaan dokter di Tegal di hina keluarga mantan pasien setelah memberi pelayanan kesehatan. Kasus dugaan kekerasan nakes tersebut kini resmi dilapo-@shella-dr -Instagram

TEGAL, radartegal.com – Lantaran tidak terima profesinya dilecehkan secara verbal, seorang nakes di Kota Tegal, dr Sheila Vina Putri, mengambil langkah tegas. Kejadian memilukan tentang seorang dokter dihina keluarga pasien ini mencuat setelah korban menerima serangkaian intimidasi, ancaman, hingga cacian kasar di media sosial yang dinilai telah melewati batas wajar.

Merasa martabat profesinya diinjak-injak, dr Sheila akhirnya resmi melaporkan keluarga mantan pasiennya tersebut ke pihak kepolisian. Langkah hukum ini diambil untuk memberikan efek jera sekaligus menjadi pengingat pentingnya perlindungan bagi tenaga kesehatan (nakes) saat bertugas di lapangan.

"Saya sudah memberikan batas waktu 1x24 jam kepada mereka untuk meminta maaf, tapi tidak dipenuhi. Karena itu, saya memutuskan untuk melaporkan kasus ini ke organisasi profesi dan menempuh jalur hukum secara penuh," tegas dr Sheila saat dihubungi, Senin, 6 Juli 2026, sebagaimana dikutip dari jateng.disway.id.

Awal Mula Kasus Dugaan Intimidasi Nakes di Tegal

Persoalan ini sejatinya bermula pada Maret 2026 lalu di wilayah Adiwerna. Saat itu, dr Sheila diminta datang pada malam hari untuk memberikan pertolongan darurat kepada seorang pasien yang mengalami sesak napas akut.

BACA JUGA:Dokter Heru Padmonobo Nakhodai Dinkes Brebes

BACA JUGA:UPS Siap Dirikan Rumah Sakit sebagai Sarana Penunjang Fakultas Kedokteran

Sesampainya di lokasi, pihak keluarga mengaku terkendala biaya jika harus merujuk pasien ke rumah sakit. Atas kesepakatan bersama, dokter akhirnya melakukan tindakan pemberian uap (nebulizer) demi meringankan gejala yang diderita pasien.

"Setelah pelayanan selesai, total biayanya Rp400.000. Itu sudah mencakup jasa dokter dan biaya operasional. Pihak keluarga juga sudah sepakat dan melunasinya setelah saya berikan penjelasan secara rinci," lanjut dr Sheila.

Diserang di Media Sosial Usai Beri Pelayanan

Niat baik menolong justru berujung konflik. Beberapa waktu setelah tindakan medis tersebut, pihak keluarga pasien tiba-tiba mengunggah narasi negatif dan tuduhan sepihak di media sosial terkait tarif pelayanan.

Dokter Sheila sempat mencoba menyelesaikan kesalahpahaman ini secara kekeluargaan dengan menanyakan maksud unggahan tersebut. 

BACA JUGA:Dekatkan Layanan Kesehatan, Program SPELING Hadirkan Dokter Spesialis Gratis di Bojong Tegal

BACA JUGA:Perbanyak Dokter di Jateng, Pemprov Gandeng Kampus dengan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan

Bukannya mereda, situasi justru memanas hingga puncaknya terjadi pada Minggu malam, ketika korban menerima pesan pribadi berisi makian yang menyerang pribadinya.

Lapora Polisi:

  • Kasus dugaan dokter dihina keluarga pasien di Tegal ini, telah resmi dilaporkan ke kepolisian dengan nomor laporan: STPLP/307/VII/2026/ResTegalKota.

Belajar dari kasus kekerasan nakes di wilayah lain yang berujung fatal, dr Sheila mengingatkan bahwa intimidasi terhadap profesi medis memiliki konsekuensi hukum yang serius. Langkah ini ia ambil demi menjaga kehormatan seluruh pelayan kesehatan di masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: