Panduan Safety Riding Motor Matik dan Manual, Ampuh Irit Bensin

Panduan Safety Riding Motor Matik dan Manual, Ampuh Irit Bensin

BERKENDARA AMAN- Astra Motor Jateng menegaskan bahwa penerapan perilaku safety riding atau berkendara aman di jalan raya bukan hanya sekadar kewajiban demi keselamatan jiwa, melainkan juga kunci utama dalam memangkas konsumsi bensin sehari-hari.-Istimewa-

radartegal.com — Di tengah fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) yang kian dinamis, beban pengeluaran transportasi bulanan kerap menjadi keluhan utama masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, Astra Motor Jateng menegaskan bahwa penerapan perilaku safety riding atau berkendara aman di jalan raya bukan hanya sekadar kewajiban demi keselamatan jiwa, melainkan juga kunci utama dalam memangkas konsumsi bensin sehari-hari.

Banyak pengendara di kawasan Pantura hingga pelosok Jawa Tengah keliru menganggap bahwa efisiensi bahan bakar sepenuhnya bergantung pada keunggulan teknologi mesin motor bawaan pabrik. Faktanya, porsi terbesar penentu kehematan kendaraan justru berada pada kontrol tangan kanan pengendara sendiri melalui implementasi prinsip safety riding yang konsisten dan terencana.

Hubungan Erat Keselamatan Jalan dan Efisiensi Kantong

Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng Oke Desiyanto, mengungkapkan bahwa teknik berkendara aman berbanding lurus dengan konsep berkendara irit (eco-riding). Ketika seorang pengendara mampu mengontrol laju motornya dengan tenang dan teratur, mesin kendaraan akan bekerja pada titik efisiensi paling optimal secara konstan.

Berdasarkan data taktis yang dirilis oleh Astra Motor Jateng, terdapat empat poin krusial yang wajib diperhatikan oleh pengguna motor matik maupun manual untuk menekan pengeluaran bensin melalui metode safety riding:

BACA JUGA: Tips Safety Riding: Trik Rahasia Bikin Motor Matik Irit BBM

BACA JUGA:Tips Safety Riding: Taktik Aman Menyalip Truk Tronton di Pantura

1.  Manajemen Akselerasi yang Halus: Pengendara diminta menghindari kebiasaan menghentak tuas gas secara mendadak, terutama saat lampu hijau menyala atau ketika menyalip kendaraan lain. Untuk motor matik, gunakan tarikan gas yang beruntun (smooth linear acceleration) agar daya tersalurkan sempurna ke roda tanpa membuat mesin meraung tinggi tanpa hasil. Sementara untuk motor manual, lakukan perpindahan gigi pada putaran mesin rendah ke menengah (sekitar 4.000–5.000 RPM) guna menghindari gejala mesin berat (knocking).

2.  Pemanfaatan Momentum dan Jarak Aman: Sesuai rumus keselamatan standar, jagalah jarak aman minimal 3 detik dengan kendaraan di depan. Antisipasi dini seperti melepas gas dari jarak jauh saat melihat lampu lalu lintas merah atau kemacetan akan menghemat energi kinetik kendaraan, sehingga pengendara tidak perlu melakukan pengereman mendadak yang menguras bahan bakar.

3.  Hindari Menahan Rem dan Gas Bersamaan: Kesalahan fatal yang jamak ditemui pada pengendara matik di area perkotaan yang padat adalah memutar gas sedikit namun tangan kiri tetap menekan tuas rem belakang. Kebiasaan ini menciptakan gesekan ekstrem pada komponen CVT, merusak kampas kopling ganda, dan membuat bensin boros karena mesin dipaksa melawan jepitan rem.

4. Kontrol Tekanan Angin Ban dan Muatan: Kondisi ban kempes memperlebar area tapak ban yang menempel langsung pada aspal. Fenomena ini meningkatkan gaya gesek (rolling resistance) sehingga mesin butuh tenaga ekstra keras untuk melaju. Periksa tekanan ban seminggu sekali dan batasi muatan barang, sebab setiap tambahan beban 10 kg akan menaikkan konsumsi BBM sekitar 1 hingga 2 persen.

BACA JUGA: Tips #Cari_Aman Tim Safety Riding Astra Motor Jateng Saat Melintas Rute Daerah Baru

BACA JUGA: Zen On Wheels: Tips Safety Riding Honda untuk Lady Bikers Jateng

Mengutamakan Empati dan Etika di Jalan Raya

Melalui pendekatan jurnalistik yang berorientasi pada keselamatan publik, edukasi mengenai safety riding ini diharapkan mampu mengetuk kesadaran para pengguna jalan. Redaksi memahami bahwa tekanan ekonomi akibat harga kebutuhan yang naik membuat efisiensi pengeluaran menjadi sangat sensitif bagi masyarakat kecil, baik pekerja kantoran maupun pengemudi ojek daring.

"Dengan meredam ego di jalan, tidak berkendara agresif, serta menggantinya dengan cara berkendara yang halus dan terencana, kita bukan hanya menghemat bahan bakar. Lebih dari itu, kita juga mengurangi risiko kecelakaan, menjaga komponen motor lebih awet, dan memastikan perjalanan selamat sampai tujuan," pungkas Oke Desiyanto dalam pernyataan resminya.

FAQ Mengenai Penerapan Safety Riding untuk Kehematan BBM

1. Mengapa teknik safety riding bisa membuat konsumsi BBM motor menjadi lebih hemat?

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: