Strategi Disdikbud Perluas Akses Pendidikan Inklusif di Kota Tegal
SOSIALISASI - Disdikbud Kota Tegal menggelar Sosialisasi Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) bagi pengawas dan kepala sekolah jenjang SD dan SMP se-Kecamatan Margadana guna perluas akses pendidikan inklusif di Kota Tegal.-MEIWAN DANI RISTANTO/RADAR TEGAL-
TEGAL, radartegal.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus berkomitmen nyata dalam mewujudkan program Pendidikan inklusif di Kota Tegal.
Langkah ini dibuktikan melalui gelaran Sosialisasi Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang ditujukan bagi pengawas serta kepala sekolah jenjang SD dan SMP se-Kecamatan Margadana, Kamis 25 Juni 2026.
Kegiatan yang bertempat di Kantor Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan Kecamatan Margadana ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman para kepala sekolah.
Diharapkan, setiap satuan pendidikan mampu memberikan layanan pendidikan yang inklusif, adil, aman, dan ramah bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali.
BACA JUGA:Bengkel Las di Tegal Dibobol Maling, Tabung LPG 3Kg hingga Gerinda Raib Dibawa Kabur
BACA JUGA:Gulung Pengedar Narkoba di Tegal, Polisi Sita 160,92 Gram Sabu
Hadir mendampingi kegiatan tersebut, Kepala Seksi Kelembagaan dan Kesiswaan Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Tegal, Hadi Sucipto, bersama jajaran bidang pendidikan dasar.
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa sekolah memegang peran krusial dalam menghargai keberagaman anak didik.
“Setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Sekolah harus mampu menjadi ruang tumbuh yang ramah bagi semua peserta didik,” tegas Hadi Sucipto.
Pendekatan Psikologis dan Pedagogis untuk ABK
Untuk memastikan implementasi pendidikan inklusif di Kota Tegal berjalan optimal, para peserta dibekali materi mendalam mengenai karakteristik ABK, pemahaman kebutuhan belajar, hingga strategi pendampingan yang tepat.
BACA JUGA:Picu Keresahan Warga, Ketua DPRD Kota Tegal Desak Penundaan Pembukaan Tempat Hiburan Malam
BACA JUGA:Pertahankan Opini WTP, Wali Kota Tegal Serahkan Raperda APBD 2025 ke DPRD
Materi tersebut dikupas tuntas oleh dua narasumber ahli, yaitu Pariman dan Dian Cetta, seorang psikolog asal Slawi. Keduanya memaparkan pendekatan penanganan ABK yang ideal, baik dari sudut pandang psikologis maupun pedagogis.
Selain pemaparan teori, antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
