Cara Mengatasi Rem Blong: Tips Engine Brake Motor Matik di Turunan
Teknik Engine Brake matik dari Safety Riding Astra Motor Jateng agar rem tidak blong saat melewati turunan curam--
SEMARANG, radartegal.com – Bagi pengendara motor wajib memahami Teknik Engine Brake demi menjaga keselamatan saat berkendara di jalur pegunungan yang ekstrem. Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng mengingatkan bahwa rute dataran tinggi menuntut keterampilan berkendara yang sangat prima.
Penerapan teknik pengereman yang benar menjadi kunci utama untuk mengendalikan laju kendaraan dari bahaya rem blong.
Pengendara harus cerdas mengendalikan gaya gravitasi dan memposisikan postur tubuh secara ideal ketika melewati tikungan tajam. Mari pelajari Teknik Engine Brake dan pengereman yang tepat agar perjalanan wisata Anda berjalan dengan aman.
Cara Melakukan Teknik Engine Brake di Motor Matik
Jalur wisata pegunungan memiliki karakteristik jalanan yang didominasi tanjakan curam dan turunan yang sangat panjang.
BACA JUGA: Zen On Wheels: Tips Safety Riding Honda untuk Lady Bikers Jateng
BACA JUGA: Tim Safety Riding Astra Motor Jateng: Bukan Cuma Hati yang Galau, Ban Motor Juga Perlu Kepastian
Kondisi tersebut menuntut kewaspadaan tinggi karena motor matik rawan mengalami fenomena berbahaya bernama vapor lock.
Berikut panduan pengereman yang aman berdasarkan data praktis dari tim keselamatan berkendara di Jawa Tengah.
1. Gunakan Metode Pengereman Pijat Lepas Pasang
Dilansir dari tim Safety Riding Astra Motor Jateng, Anda dilarang keras menekan tuas rem secara konstan sepanjang jalan menurun. Pengendara sebaiknya menekan tuas rem dengan kuat untuk mengurangi kecepatan, lalu melepaskannya sesaat agar angin mendinginkan cakram. Cara ini sangat efektif mencegah minyak rem mendidih yang memicu rem blong akibat suhu panas ekstrem.
2. Aktifkan Fitur Penahan Laju Mandiri (Sentrifugal)
Banyak pengendara salah kaprah dan mengira bahwa motor matik sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk menahan laju mesin. Anda dapat mempertahankan sedikit puntiran gas sekitar 5% hingga 10% saat sepeda motor melintasi jalanan menurun yang curam. Langkah tersebut membuat kopling sentrifugal tetap mengikat rumah kopling sehingga laju motor matik Anda menjadi tertahan.
BACA JUGA: Sabet Podium Tertinggi, Pebalap Binaan Astra Honda Cetak Sejarah Terkencang di Estoril
3. Porsi Penggunaan Rem Depan dan Belakang yang Seimbang
Pengendara motor wajib membagi porsi penekanan tuas rem depan dan rem belakang secara proporsional demi menjaga keseimbangan. Gunakan rem depan sebagai penghenti laju utama dengan porsi 60% dan rem belakang sebagai penyeimbang sebesar 40%. Kombinasi ideal ini memastikan roda tidak slip dan menjaga traksi ban tetap melekat kuat pada permukaan aspal.
4. Gunakan Postur Tubuh Miring Selaras dengan Motor
Hindari gaya menikung ekstrem ala pembalap MotoGP saat Anda sedang menjelajahi jalur pegunungan untuk kebutuhan mobilitas harian. Terapkan teknik Lean In di mana posisi badan pengendara ikut miring menyelaraskan sudut kemiringan dari sepeda motor tersebut. Pastikan juga Anda selalu mengaplikasikan rumus Slow In, Fast Out sebelum motor memasuki area tikungan tajam.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
