Pengrajin Tempe di Brebes Kepikiran Tingginya Harga Kedelai dan Plastik
Pengrajin tempe asal Kelurahan Gandasuli, Kecamatan Brebes M. Nurwanto (30) berharap harga kedelai dan plastik bisa kembali stabil.(istimewa)--
BREBES, radartegal.com - Pengrajin tempe di Brebes mengaku resah belakangan ini. Pasalnya, harga kedelai yang merupakan bahan baku utama dan plastik mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Salah satunya, dirasakan M. Nurwanto (30), pengrajin asal Kelurahan Gandasuli, Kecamatan Brebes. Dirinya berharap harga kedelai dan plastik bisa kembali stabil. Meski ada kenaikan harga kedelai dan plastik, dirinya tetap mempertahankan ukuran tempe yang dijualnya.
Di temui usai menjajakan tempe buatannya, Nurwanto menyebutkan kenaikan harga kedelai sudah terjadi beberapa bulan yang lalu. di mana, saat itu harga kedelai dikisaran Rp9.400 per kilogram dan saat ini naik menjadi Rp11.300 per kilogram.
"Kalau kenaikan sudah terjadi sejak Februari lalu. Kalau dulu harganya Rp9.400 kalau sekarang jadi Rp11.300 per kilonya," ungkapnya, Jumat 12 Juni 2026 kepada media.
BACA JUGA: Rupiah Melemah, Pengrajin Tahu di Brebes Siapkan Strategi Jika Harga Kedelai Naik
BACA JUGA: Bikin Nagih, Ini Resep Mudah Membuat Tempe Mendoan khas Banyumas di Rumah
Selain harga kedelai naik, kata dia, dirinya juga harus memikirkan harga plastik yang naiknya cukup signifikan. Di mana, harga awalnya Rp12 ribu per kilogram saat ini naik menjadi Rp20 ribu per kilogram untuk harga plastik.
"Plastik satu bungkus yang beratnya satu kilo itu hargabya sekarang Rp20 ribu yang dulunya cuma Rp12 ribu," katanya.
Untuk menyiasati hal itu, kata dia, dirinya terpaksa menaikan harga jual tempe miliknya. Yakni, yang semula harga tempe satu kilo Rp12 ribu jadi Rp13 ribu per kilogramnya.
"Kalau untuk ukuran tidak dikurangi, tapi untuk harga jual naiknya dari dua belas ribu jadi tiga belas ribu per kilonya," terangnya.
BACA JUGA: Studi Tiru ke Brebes, Nelayan Sumedang Dalami Strategi Pengembangan Perikanan
BACA JUGA: Keren! Bupati Brebes Raih Disway Top Regional Leader Awards 2026
Sementar itu salah seorang pembeli Sakdiyah (36) mengaku adanya kenaikan harga kedelai dan plastik yang berdampak pada harga tempe jelas berpengaruh ke jualan dirinya yang kesehariannya berjualan gorengan dan masakan ini.
"Kalau awalnya kan harga dua belas ribu per kilo, sekarang naik jadi tiga belas ribu per kilo. Jadi, kita sebagai penjual gorengan dan masakan juga terdampak," terangnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

