Dituding Terlibat Kasus Korupsi MBG, Ketua DPRD Jateng Angkat Bicara
KORUPSI MBG - Ketua DPRD Jateng, Sumanto, bantah terlibat kasus korupsi MBG seperti informasi yang berkembang liar di media sosial.-istimewa-
SEMARANG, radartegal.com - Ketua DPRD Jawa Tengah (Jateng), angkat bicara soal namanya dikait-kaitkan dengan kasus korupsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Sumanto secara tegas membantah tudingan yang belakangan ini berkembang di jagat maya.
Sumanto juga mengaku tak mengenal dan memiliki keterkaitan dengan eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya yang kini menjadi tersangka kasus dugaan korupsi MBG.
“Informasi yang beredar itu sama sekali tidak benar. Soal MBG kan sepenuhnya kewenangan pusat. Saya juga tidak kenal dengan Pak Sony Sanjaya," tegasya.
Politisi dan Pejabat Dituding Terlibat Skandal MBG
Bantahan tersebut muncul setelah beredar 26 nama politisi dan pejabat yang dituding terlibat dalam penentuan titik SPPG di sejumlah daerah. Nama Ketua DPRD Jatim dan Jateng masuk dalam daftar yang beredar lewat medsos dan Whatsapps (WA) tersebut.
BACA JUGA: Tingkat Partisipasi Tinggi, CKG di Jateng Diapresiasi Kemenkes
BACA JUGA: Soroti Kasus Padepokan Demak, Gubernur Jateng: Mencegah Lebih Baik daripada Menindak!
Spekulasi juga muncul setelah kuasa hukum Sony mengungkap bahwa kliennya siap menjadi justice collaborator dan bakal membuka nama-nama lain yang terlibat.
Tuduhan Tidak Berdasar
Menurutnya, pelaksanaan Program MBG merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui lembaga yang ditunjuk. Karena itu, tudingan yang menyebut dirinya ikut mengatur atau terlibat dalam penentuan titik SPPG tersebut tidak memiliki dasar.
Ia mengaku terkejut ketika jabatan Ketua DPRD Jateng ikut dikaitkan dengan kasus yang saat ini menjadi perhatian publik tersebut.
Sumanto menilai penyebutan jabatannya dalam berbagai unggahan media sosial maupun pesan berantai tidak berdasar pada fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
BACA JUGA: Rekor Performa Keuangan: Jateng Sukses Raih WTP 15 Tahun Berturut-turut!
Menurutnya, hingga saat ini ia tidak pernah berkomunikasi maupun memiliki hubungan kerja dengan Sony Sonjaya. Karena itu, ia menilai tuduhan yang diarahkan kepadanya hanya sebatas spekulasi yang berkembang tanpa disertai bukti yang jelas.
Politisi PDI Perjuangan tersebut meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang beredar melalui media sosial dan aplikasi percakapan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

