Protes Kerusakan, Warga di Brebes Tanam Pohon Pisang dan Pasang Spanduk di Jalan
Warga Kecamatan Losari tepatnya di Desa Karangsambung mengeluhkan kondisi jalan kabupaten yang rusak. Keluhan itu diluapkan dengan menanam pohon pisang dan memasang spanduk.(istimewa)--
BREBES, radartegal.com - Warga Kecamatan Losari tepatnya di Desa Karangsambung mengeluhkan kondisi jalan kabupaten yang rusak. Bahkan, keluhan tersebut diutarakan lewat tulisan di spanduk dan aksi tanam pohon di tengah jalan yang rusak Rabu 3 Juni 2026.
Ruas jalan Karangsambung-Jatisawit di Kecamatan Losari mengalami kerusakan parah dengan kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang. Di lokasi penanaman pohon pisang sepanjang 500 meteran di Desa Karangsambung ini bahkan tak ada sedikitpun aspal maupun beton. Hanya menyisakan bebatuan kerikil perkerasan jalan.
Selain dengan menanam pohon pisang, warga juga menyampaikan keluhan dengan memasang sejumlah spanduk bernada protes. Bahkan tulisan di sepanduk itu menyinggung Bupati Brebes Terpilih, Paramitha Widya Kusuma.
Warga mengungkit bahwa perolehan suara pada Pemilihan Bupati Brebes tahun 2024 lalu, perolehan suara Paramitha Widya Kusuma di Desa Karangsambung tembus 85,91 persen.
BACA JUGA: Warga Curhat Jalan Rusak hingga Drainase di Musrenbang Kecamatan Larangan
BACA JUGA: Awal Tahun 2026! Warga Kembali Protes Jalan Rusak di Brebes
"Sungguh ironis. Perolehan suara 85,91% untuk memenangkan Bupati Terpilih, terbesar se-Kecamatan Losari Kabupaten Brebes, tapi kami masyarakat Desa Karangsambung merasa dianaktirikan. Ruas jalan kabupaten antardesa di Desa Karangsambung kondisinya rusak parah dan sering terjadi lakalantas," demikian tulisan di spanduk itu.
Warga sekitar, Mastoni mengatakan, ruas jalan kabupaten yang rusak ini sudah bertahun-tahun dan tak kunjung diperbaiki. Saat kondisi hujan, ruas tersebut sering tergenang banjir dan berlumpur. Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah pengendara sepeda motor jatuh karena kondisi jalan yang licin.
"Rusaknya kurang lebih sudah hampir lima tahun dan belum diperbaiki sama sekali. Jadi ini tuntutan warga sih. Ini jalan utama satu-satunya menuju istilahnya ke kota. Dari Desa Jatisawit juga lewatnya sini semua. Kalau hujan ya kayak empang," katanya ditemui di lokasi kepada Radar Tegal Grup.
Sementara itu, pengendara lain Viki menyebutkan bahwa kondisi jalan yang rusak parah ini sudah terjadi sejak lama. Terlebih saat hujan, kondisi jalan banjir seperti empang. Menurutnya, kondisi jalan rusak ini mengganggu aktivitas perekonomian warga, terutama saat pengiriman dan distribusi barang muatan.
BACA JUGA: Jalan Rusak Parah, Warga Brebes Lakukan Swadaya Perbaikan Bersama Anggota DPRD
BACA JUGA: Perbaiki Jalan Rusak yang Terbengkalai 2 Tahun, Pemuda di Karangmulya Tegal Galang Donasi
"Saya tiga tahun bolak balik ke sini kondisinya rusak terus seperti ini. Tidak diperbaiki," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Brebes M. Adhika Pramuditya saat dikonfirmasi terkait aksi protes warga mengatakan bahwa pihaknya segera menerjunkan tim untuk langsung mengecek ke lokasi. "Segera kami turunkan tim untuk mengecek lokasi," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

