Sumanto Singgung Nilai Kepahlawanan dan Pengabdian saat Pentas Gatotkaca Sungging

Sumanto Singgung Nilai Kepahlawanan dan Pengabdian saat Pentas Gatotkaca Sungging

NILAI - Ketua DPRD Jateng Sumanto menyinggung nilai-nilai kepahlawanan dan pengabdian saat pagelaran wayang kulit di Karanganyar, awal Mei 2026 lalu.--

KARANGANYAR, radartegal.com - Ratusan penonton menyaksikan Pagelaran Wayang Kulit Bersama Ketua DPRD Jateng Sumanto di Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini.

Pentas wayang kulit setiap selapan yang digelar Sumanto kali ini sedikit berbeda. Para penonton juga mendapat tambahan hiburan dari Grup Dangdut Klasik, Dejavu asal Desa Suruh.

Pagelaran Wayang Kulit tersebut menampilkan lakon Gatotkaca Sungging dan dibawakan oleh Dalang Ki Sudarsono serta Ki Sukino Jati.

Pentas wayang yang rutin digelar Sumanto di kediamannya tersebut tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pelestarian budaya adiluhung Jawa.

BACA JUGA: Ketua DPRD Jateng Sumanto Beri Contoh Peluang Usaha Modal Minim

BACA JUGA: Ketua DPRD Jateng Sumanto Gerakkan Warga Tanam Pohon di Lereng Gunung Lawu

Sumanto menekankan wayang kulit bukan sekadar tontonan, tetapi juga menjadi tuntunan yang sarat nilai moral, filosofi kehidupan, serta kearifan lokal yang harus terus dijaga.

“Melalui pagelaran seperti ini, kita bisa ikut andil dalam nguri-uri budaya Jawa, khususnya kesenian wayang kulit yang menjadi identitas dan kebanggaan kita bersama,” ujarnya.

Sumanto juga mengajak generasi muda untuk tidak melupakan akar budaya di tengah arus modernisasi yang semakin kuat. Menurutnya, keterlibatan anak muda dalam mengenal dan mencintai seni tradisional menjadi kunci keberlangsungan warisan budaya di masa depan. 

Karena itu, ia mengajak masyarakat juga memahami cerita yang ada pada lakon wayang kulit.

BACA JUGA: Ketua DPRD Jateng Sumanto Ajak Warga Desa di Karanganyar Manfaatkan Potensi Pertanian dan Pariwisata

BACA JUGA: Soroti Kerusakan Lingkungan yang Semakin Nyata, Ketua DPRD Jateng Sumanto Ajak Hijaukan Daerah Hulu Sungai

“Wayang kulit mengajarkan nilai kepahlawanan, kejujuran, dan pengabdian, seperti yang tergambar dalam lakon Gatotkaca Sungging malam ini. Nilai-nilai ini sangat relevan untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia berharap kesenian wayang kulit bisa terus lestari dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Hal tersebut sekaligus memperkuat jatidiri bangsa di tengah perkembangan zaman.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: