Jadi Pembuka Isolasi, Kualitas Jembatan Garuda Gembongdadi Tegal Diperiksa Itjenad
CEK JEMBATAN - Ketua Tim Verifikasi Itjenad mengecek kualitas Jembatan Gantung Garuda di Desa Gembongdadi, Kecamatan Suradadi.-Yeri Noveli/Radar Tegal Grup-
SURADADI, radartegal.com - Kualitas pembangunan Jembatan Garuda di Desa Gembongdadi, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal diperiksa Inspektorat Jenderal TNI Angkatan Darat (Itjenad). Tim Verifikasi Itjenad turun langsung ke lokasi, Sabtu 9 Mei 2026.
Jembatan Garuda Gembongdadi Tegal merupakan pembangunan infrastruktur yang sangat dinanti-nantikan warga. Sebab, jembatan tersebut menjadi akses pembuka keterisolasian yang selama ini dirasakan warga.
Selain memeriksa kualitas Jembatan Garuda Gembongdadi Tegal, Tim Verifikasi Itjenad juga memastikan kualitas pembangunan benar-benar sesuai standar teknis maupun administrasi sebelum dimanfaatkan penuh oleh masyarakat.
Rombongan verifikasi dipimpin Ketua Tim Verifikasi Itjenad Kolonel Arm Ali Nabhan yang didampingi Letkol Inf Sanalim. Pemeriksaan dilaksanakan bersama Komandan Kodim 0712 Tegal Letkol Inf Rachmat Ferdiantono dan Kasdim Mayor Cpm Abdul Khamim.
BACA JUGA:Pemkab Percepat Pensertifikatan Tanah Wakaf di Kabupaten Tegal
BACA JUGA:Perkuat Kapasitas SDM dan Tata Kelola Puskesmas, Pemkab Tegal Gelar Pelatihan
Pemeriksaan Kualitas Jembatan Garuda Gembongdadi
Suasana peninjauan berlangsung hangat. Warga Desa Gembongdadi tampak antusias menyambut kedatangan rombongan tim Itjenad.
Tak sedikit masyarakat yang hadir ingin melihat langsung proses pemeriksaan jembatan yang selama ini mereka nantikan keberadaannya.
Kepala Desa Gembongdadi Karyoto juga ikut mendampingi peninjauan. Di lokasi, tim memeriksa kondisi fisik jembatan secara detail, mulai konstruksi utama hingga bagian penghubung akses warga.
Selain pengecekan teknis, tim juga berdialog dengan masyarakat mengenai dampak keberadaan jembatan terhadap kehidupan sehari-hari warga.
BACA JUGA:Update Tragedi Bus ALS: Korban ke-18 asal Dermasandi Tegal Berhasil Dipulangkan
Selama bertahun-tahun, persoalan akses menjadi kendala utama masyarakat setempat. Ketika musim hujan datang, mobilitas warga sering terganggu.
Aktivitas ekonomi, pendidikan hingga kebutuhan sosial masyarakat menjadi tidak maksimal akibat keterbatasan akses penghubung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


