Tunggu Restu DPP Luruskan Muscab PPP Brebes, Hasil Voting Diklaim Sah
Kegelisahan internal dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Brebes mengemuka.(Istim)--
BREBES, radartegal.com - Kegelisahan internal dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Brebes mengemuka. Hal itu, setelah beredar sejumlah pemberitaan yang dinilai tidak utuh.
Ketua Steering Committee (SC) Muscab Muhammad Zamroni angkat bicara. Dia menyampaikan ingin meluruskan informasi yang berpotensi memicu konflik di tingkat akar rumput partai.
Zamroni menegaskan, sejumlah laporan media terkait hasil pemilihan dalam forum Muscab ke-9 tidak sepenuhnya mencerminkan proses yang terjadi.
Dalam hal ini menyoroti kekeliruan mendasar dalam memahami mekanisme pemilihan tim formatur, organ yang memiliki peran strategis dalam menentukan struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC).
BACA JUGA: DPMPTSP Brebes Ubah Arah CSR, Ini Sasarannya
BACA JUGA: Cegah Peredaran Bawang Bombai Mini di Brebes, Dinkopumdag Sidak Pasar Tradisional
“Angka-angka yang beredar itu memang benar, tetapi konteksnya keliru. Itu bukan hasil akhir pemilihan tim formatur, melainkan hanya bagian dari salah satu unsur pembentuknya,” kata Muhammad Zamroni, Rabu 6 Mei 2026.
Dalam pemberitaan yang beredar, disebutkan sejumlah nama dengan perolehan suara berbeda, Muhammad Rizki satu suara, Abdul Haris delapan suara, dan Aji Fajar Islami sembilan suara.
Namun, menurut Zamroni, angka tersebut hanya merepresentasikan hasil pemilihan dari unsur utusan pengurus harian DPD dan majelis, bukan keseluruhan keputusan formatur.
Sedangkan untuk struktur tim formatur sendiri, kata dia, terdiri dari tujuh orang dengan komposisi yang telah diatur dalam mekanisme organisasi, satu dari unsur DPC, satu dari DPW, satu dari DPP, dan empat dari unsur Pengurus Anak Cabang (PAC).
BACA JUGA: Bupati Serahkan Bantuan Rehab RTLH ke Warga di Brebes
BACA JUGA: Dugaan Penggunaan Presensi Ilegal ASN di Brebes, Sekda Tahroni Buka Suara
Dengan demikian, suara dari unsur tertentu tidak bisa langsung ditafsirkan sebagai keputusan final. Hal yang disorot lainnya terkait kekeliruan soal kepemimpinan rapat formatur. Beberapa laporan menyebut rapat dipimpin oleh figur tertentu yang disebut tidak tepat.
Zamroni menegaskan, rapat tersebut dipimpin oleh perwakilan dari DPW, bukan oleh individu yang disebut dalam pemberitaan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


