Pemkab Brebes Luncurkan Program Arjuna untuk ABK
Pemkab Brebes meluncurkan Program Akselerasi, Responsif, Jaminan Layanan, Universal, dan Nondiskriminatif (Arjuna).(Istimewa)--
BREBES, radartegal.com - Pemkab BREBES meluncurkan Program Akselerasi, Responsif, Jaminan Layanan, Universal, dan Nondiskriminatif (Arjuna). Program tersebut tidak lain sebagai langkah konkret dalam menghadirkan pendidikan inklusif yang berpihak pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyampaikan apresiasi atas inisiatif Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) yang menghadirkan program Arjuna. Ini sebagai wujud nyata keberpihakan pemerintah kepada seluruh anak tanpa terkecuali.
Menurutnya, setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Tak terkecuali bagi ABK yang ada di Brebes. Lewat program tersebut diharapkan kedepannya bisa mengedepankan prinsip akselerasi, responsif, jaminan layanan, universal, dan nondiskriminatif, layanan pendidikan inklusi di Brebes semakin kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan.
“Tidak boleh ada lagi anak yang merasa tertinggal atau terpinggirkan. Semua harus kita rangkul, kita dampingi, dan kita beri kesempatan yang sama untuk berkembang,” tegasnya.
BACA JUGA: Pemkab Brebes Gelar Penilaian dan Evaluasi Lomba Desa 2026
BACA JUGA: Pemkab Brebes Gelar Upacara Peringati Hari Otonomi Daerah
Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, hingga masyarakat, untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan program ini. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya terletak pada konsep, tetapi pada komitmen bersama dalam menjalankannya.
Sementara itu, Kepala Dindikpora Kabupaten Brebes Sutaryono menjelaskan bahwa program Arjuna merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan pendidikan bagi ABK. Program ini sekaligus menjadi strategi untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) dan memperkuat pendidikan inklusif yang menjunjung tinggi kesetaraan.
“Ini langkah strategis pemerintah untuk memastikan hak pendidikan bagi anak terpenuhi, sekaligus meminimalisir kesenjangan layanan,” ujarnya.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dindikpora Kabupaten Brebes Aditya Perdana menambahkan, berdasarkan data, terdapat 513 anak berkebutuhan khusus di Brebes, namun 330 di antaranya belum terlayani secara optimal. Melalui program Arjuna, pihaknya menargetkan peningkatan layanan pendidikan inklusif secara bertahap.
BACA JUGA: Pemkab Brebes Siapkan Insentif Investasi
BACA JUGA: Pemkab Brebes Terapkan WFH Setiap Jumat
Ia menjelaskan, program ini akan dimulai melalui pilot project di enam sekolah, kemudian dikembangkan menjadi 20 sekolah, hingga pada tahun 2027 ditargetkan seluruh sekolah di Kabupaten Brebes menjadi sekolah inklusif, termasuk lembaga pendidikan nonformal seperti PKBM.
Karenanya, dia menyebutkan untuk mempersiapkan sumber daya manusia, khususnya guru pendamping khusus. Satu guru pendamping, kata dia, idealnya menangani maksimal lima anak ABK.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
