Lawan Rentenir hingga Judi Online, Pemkab Tegal Gencarkan Program Kredit Berkah

Lawan Rentenir hingga Judi Online, Pemkab Tegal Gencarkan Program Kredit Berkah

AMAN- Pemerintah Kabupaten Tegal memperkuat program Kredit Berkah sebagai solusi untuk memperluas akses pembiayaan yang aman dan terjangkau bagi masyarakat. Hal ini mencuat dalam Rapat Penetapan Program Kerja TPKAD 2026. --

SLAWI, radartegal.com– Praktik rentenir dan jeratan keuangan ilegal masih menjadi ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Tegal. Sebagai langkah proteksi, Pemerintah Kabupaten Tegal resmi memperkuat program Kredit Berkah untuk memutus rantai ketergantungan warga terhadap lintah darat.

Langkah strategis ini dibahas secara mendalam dalam Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-eks Karesidenan Pekalongan pada Selasa 28 April 2026. Forum ini menyoroti masih tingginya ketergantungan pedagang pasar dan pelaku usaha mikro terhadap pinjaman berbunga tinggi akibat akses pembiayaan formal yang dianggap rumit.

Solusi Konkret Melawan Penyakit Masyarakat

Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud menegaskan bahwa Kredit Berkah dirancang khusus sebagai tandingan praktis bagi rentenir.

“Praktik rentenir adalah penyakit masyarakat yang harus diberantas. Melalui TPAKD, Kabupaten Tegal meluncurkan Kredit Berkah agar masyarakat kecil, khususnya pedagang, bisa mengakses perbankan dengan mudah dan murah,” ujar Amir.

BACA JUGA: DPRD Kabupaten Tegal Desak Perlindungan PPPK, Soroti Rencana Pangkas Belanja Pegawai 30 Persen di APBD 2027

BACA JUGA: DPRD Kabupaten Tegal Targetkan Ranperda Olahraga, Jadi Motor Kesehatan dan Ekonomi Rakyat

Waspada Tren Baru: Judi Online & Keuangan Digital

Selain masalah klasik rentenir, forum tersebut mengungkap data mengkhawatirkan dari PPATK mengenai tingginya transaksi keuangan ilegal, termasuk judi online, di wilayah eks Karesidenan Pekalongan.

Kepala OJK Tegal Kurnia Tri Puspita, menyoroti adanya celah besar dalam literasi keuangan digital masyarakat. Menurutnya, inklusi keuangan tidak hanya soal memberikan pinjaman, tetapi juga memproteksi warga dari risiko aktivitas digital yang merugikan.

Sinergi Lintas Daerah

Beberapa daerah tetangga turut memaparkan inovasi serupa guna memperkuat benteng ekonomi kerakyatan:

  • Kabupaten Batang: Mengandalkan program “Lempera” untuk menekan ruang gerak rentenir.
  • Kota Tegal: Mengembangkan “Si Shantik”, program literasi keuangan syariah yang menyasar segmen ibu-ibu.

BACA JUGA: Innalillahi! Jemaah Haji Asal Kabupaten Tegal Meninggal Dunia di Madinah, Ini Kronologinya

BACA JUGA: 3 Warga Kabupaten Tegal Diusulkan Terima Kalpataru, Ini Nama dan Latar Belakangnya

Tantangan Ke Depan

Meski berbagai program telah diluncurkan, tingginya angka transaksi ilegal menunjukkan bahwa efektivitas program belum merata. Dibutuhkan sinergi yang lebih agresif antara:

  • Pemerintah Daerah: Sebagai penyedia kebijakan.
  • OJK & Bank Indonesia: Sebagai regulator dan pengawas.
  • Akademisi: Untuk memberikan edukasi berkelanjutan ke lapisan akar rumput.

Program Kredit Berkah diharapkan bukan sekadar bantuan modal, melainkan menjadi pintu masuk bagi transformasi masyarakat menuju gaya hidup keuangan yang sehat, formal, dan bebas dari intimidasi lintah darat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait