Angin Kencang Terjang Bulakamba Brebes, Atap Rumah Warga Rusak Berterbangan

Angin Kencang Terjang Bulakamba Brebes, Atap Rumah Warga Rusak Berterbangan

Musibah angin kencang terjadi di Desa Cipelem, Kecamatan Bulakamba, Senin 27 April 2026 sore tadi. (Istimewa)--

BREBES, radartegal.com – Musibah angin kencang terjadi di Desa Cipelem, Kecamatan Bulakamba, Senin 27 April 2026 sore tadi. Akibatnya, sejumlah atap rumah milik warga alami kerusakan dan sebuah pohon tumbang akibat angin kencang tersebut.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, diawali hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Warga tak menyangka hujan itu akan disertai angin kencang yang begitu dahsyat hingga merusak puluhan rumah dalam sekejap. Dari data sementara, sedikitnya 20 rumah mengalami kerusakan pada bagian atap. 

Genteng rumah milik warga sontak beterbangan dan berserakan di jalan usai diterpa angin kencang. Sementara itu, dua rumah dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah setelah tembok dapurnya roboh.

Tak hanya bangunan, amukan angin juga merobohkan tiga pohon besar yang sempat menghalangi akses jalan warga. Beberapa warung di tepi jalan raya pun tak luput dari kerusakan akibat terpaan angin yang datang begitu kuat.

BACA JUGA: Pasar Sawojajar Brebes Diterjang Angin Kencang, 7 Atap Kanopi Ruko Rusak

BACA JUGA: Angin Kencang Terjang Batumirah Bumijawa Tegal, 9 Rumah Rusak dan 1 Warga Terluka

Camat Bulakamba, Setiawan Nugroho, mengatakan bahwa wilayah yang terdampak paling parah berada di RT 04 RW 07. Ia menyebut, angin kencang datang dengan intensitas tinggi dan berlangsung cukup singkat, namun dampaknya cukup luas.

“Kurang lebih 20 rumah atap atau genteng jatuh dan terbawa angin, dua rumah tembok roboh di bagian dapur, serta tiga pohon besar tumbang,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin sore.

Warga yang panik berusaha menyelamatkan diri dan barang berharga seadanya. Sebagian memilih keluar rumah saat angin mulai mengamuk, khawatir bangunan tempat tinggal mereka tidak mampu menahan terjangan angin.

Hingga sore hari, aparat kecamatan bersama warga masih melakukan pendataan dan pembersihan di lokasi terdampak. Puing-puing bangunan dan batang pohon yang tumbang perlahan disingkirkan agar aktivitas warga dapat kembali normal.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, peristiwa ini menjadi pengingat akan potensi cuaca ekstrem yang bisa datang sewaktu-waktu, meninggalkan kerusakan dan trauma bagi warga yang terdampak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: