Ketua DPRD Kabupaten Tegal Berharap Bendung Cipero Segera Dipulihkan
BENDUNG CIPERO- Ketua DPRD Kab. Tegal (baju abu-abu) melihat langsung kondisi di Bendung Cipero.-ISTIMEWA-
SLAWI, radartegal.com - Ketua DPRD Kabupaten Tegal Wasbun Jauhara Khalim, SE lakukan tinjauan langsung di Bendungan Cipero, Desa Kedungjati Kecamatan Warureja pada Rabu 1 April 2026 lalu. Tinjauan tersebut dilakukan Wasbun merespon kabar atas jebolnya bendung air yang menjadi sumber utama irigasi pertanian bagi warga Kecamatan Warureja.
Bendungan Cipero yang membendung Kali Rambut tersebut merupakan bendungan peninggalan Belanda yang dibangun sekitar tahun 1930, berlokasi di Desa Kedungjati, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal yang merupakan perbatasan Kab. Tegal – Kab. Pemalang.
Bendungan Cipero ini mampu mengairi sekitar 7.463 hektar lahan pertanian di sebagian tiga wilayah kecamatan yakni Suradadi, Warureja, dan Kramat. Bendungan ini memiliki fungsi penting dan vital bagi petani setempat karena menjadi sumber irigasi utama pertanian bagi petani setempat.
Oleh karenanya kondisi Bendungan Cipero ini sangat berpengaruh bagi kelangsungan sektor pertanian masyarakat di tiga kecamatan tersebut. Peningkatan debit maupun kerusakannya akan berdampak langsung pada sektor pertanian di wilayah pantura Kabupaten Tegal.

Ketua DPRD Kab. Tegal (baju abu-abu) saat mengadakan tinjauan di bendung Cipero.-ISTIMEWA-
Kunjungan Ketua DPRD Kab. Tegal tersebut memang terkait laporan warga Desa Kedungjati yang mengeluhkan terhentinya pengairan ke lahan pertanian di wilayah tersebut akibat jebolnya bendungan Cipero. Apalagi anggota dewan dari PKB tersebut memang berasal dari Kecamatan Warureja dan terpilih dari Daerah Pemilihan 3 yang meliputi Warureja, Suradadi dan Kramat.
Jebolnya Bendung atau Pintu Air Cipero di Desa Kedungjati tersebut yang juga diunggah oleh warga melalui beberapa media sosial, ditengarai sebagai akibat dari arus banjir aliran Kali Rambut yang tidak mampu ditahan oleh struktur bendungan.
Sebelumnya warga petani Kedungjati telah mengeluhkan bahwa lebih dari 200 hektare sawah di Desa kedungjati tidak mendapat suplai air akibat jebolnya bendung cipero yang memang menjadi sumber irigasi utama. Kondisi ini membuat para petani di Kecamatan warureja tidak dapat melakukan aktivitas pertanian sehingga dikhawatirkan akan berdampak pada kerawanan pangan.
Menindaklanjuti laporan warga tersebut, Wasbun didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tegal serta Kepala UPTD PSDA Wilayah 1 dan tim segera melakukan tinjauan dengan turun langsung ke lapangan untuk melihat langsung kerusakan yang terjadi serta melakukan survei untuk menentukan langkah yang akan diambil.
Wasbun menyebut, bendungan atau pintu air kedungjati tersebut memiliki peran vital bagi warga sehingga jika terjadi kerusakan akan berdampak bagi aktivitas pertanian warga.
“Bendungan atau pintu air Cipero di Kedungjati ini punya peran yang sangat vital sebagai sumber pengairan bagi sawah warga di Kecamatan Warureja dan sekitarnya. Kerusakan yang terjadi tentu akan berdampak besar terhadap aktivitas pertanian dan keberlangsungan hasil panen masyarakat,” terangnya.
Melalui peninjauan ini, Wasbun berharap Dinas terkait dapat segera mengambil langkah cepat dan tepat untuk perbaikan, sehingga aliran air kembali normal sehingga para petani dapat beraktivitas tanpa hambatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


