4 Pasien Suspek Campak di Brebes Dirawat di RSUD
Sedikitnya ada empat pasien suspek campak yang masih dirawat di RSUD Kabupaten Brebes, Senin 6 April 2026. (Istimewa)--
BREBES, radartegal.com - Sedikitnya ada empat pasien suspek campak yang masih dirawat di RSUD Kabupaten Brebes, Senin 6 April 2026. Jumlah tersebut berkurang setelah puluhan orang dengan suspek campak yang sudah diperbolehkan pulang.
Wakil Direktur (Wadir) RSUD Kabupaten Brebes de. Aries Suparmiati mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya merawat sedikitnya ada 24 pasien suspek campak. Namun, seiring hari sejumlah pasien diperbolehkan pulang.
"Sudah banyak yang pulang mas. Dari data yang ada hingga hari ini, masih ada empat pasien yang suspek campak yang masih dirawat di RSUD Brebes," ungkapnya.
Dikutip dari berbagai sumber, Campak adalah infeksi virus Morbillivirus yang sangat menular, ditandai demam tinggi, ruam merah, batuk, pilek, dan mata merah. Disebarkan via droplet, penyakit ini bisa fatal atau menyebabkan radang otak. Pencegahan paling efektif adalah melalui imunisasi MR/MMR.
BACA JUGA: 202 Warga di Brebes Suspek Campak, Ini Kata Dinas Kesehatan
BACA JUGA: Pemkab Brebes Terapkan WFH Setiap Jumat
Ada beberapa gejala yang bisa diketahui jika terkena suspek campak. Gejala biasanya muncul 7–14 hari setelah terinfeksi:
Fase Awal : Difase awal ini, pasien biasanya akan mengalami demam tinggi disertai batuk, pilek dan konjungtivitis (mata memerah).
Tanda Khas : Selain difase awa di ata, ada beberapa tanda khas jika warga terdampak suspek campak. Yakni adanya Bercak Koplik (bintik putih kecil) di dalam mulut.
Fase Erupsi : Pada fase ini Ruam makulopapular (merah) muncul dari wajah, leher, lalu menyebar ke seluruh tubuh.
Saat disinggung seberapa bahaya penyakit campak, Aries menyebutkan, jika tidak ditangani secara cepat dan benar akan sangat berbahaya. "Bisa sampai radang otak atau meningitis," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

