Kepala TK Pertiwi Blendung Pemalang Angkat Bicara soal Dugaan Keracunan Siswa usai Konsumsi Menu MBG

Kepala TK Pertiwi Blendung Pemalang Angkat Bicara soal Dugaan Keracunan Siswa usai Konsumsi Menu MBG

Kepala TK Pertiwi Desa Blendung angkat suara soal muridnya yang diduga keracunan menu MBG --

ULUJAMI, radartegal.com- Kepala TK Pertiwi Kartika Sari Desa Blendung, Kecamatan ULUJAMI, Kabupaten Pemalang Waryuni, angkat bicara terkait dugaan keracunan yang dialami salah satu muridnya, Umar Syafiq, setelah mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis, 12 Maret 2026.

Sekolah tersebut diketahui menerima suplai makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pelita Prabu yang berlokasi di Desa Bumirejo. SPPG tersebut berada di bawah naungan Yayasan Pangan Anak Bangsa.

Waryuni menjelaskan, pada hari itu siswa menerima dua jenis menu MBG, yakni roti rangkap berisi telur dan sayur. Selain itu, siswa juga mendapatkan minuman es kuwut dalam kemasan botol.

Menurutnya, saat makanan dan minuman tersebut dikonsumsi di sekolah tidak terlihat adanya keluhan dari siswa. Namun sekitar 15 menit setelah pulang ke rumah, Umar Syafiq mengalami muntah-muntah.

BACA JUGA: Siswa TK di Pemalang Diduga Keracunan, Wabup Nurkholes Sidak Program MBG

BACA JUGA: Siswa TK di Pemalang Diduga Keracunan Makanan MBG, Satgas: SPPG Harus Dievaluasi

"Saat diminum di sekolah tidak apa-apa, setelah pulang Umar Syafiq mengalami muntah-muntah," kata Waryuni kepada Radar Tegal, Jumat 13 Maret 2026.

Terkait kualitas menu, Waryuni mengaku pihak sekolah pernah menyampaikan keluhan kepada SPPG selaku penyedia makanan. Namun kata dia, keluhan tersebut tidak mendapat respons cepat dari SPPG.

"Kadang protes, tetapi hanya didengar saja dan tidak direspons. Di lembar penilaian juga sudah kami sampaikan, namun responsnya lambat," ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui terdapat beberapa perubahan pada menu yang diterima. Misalnya ukuran buah yang sebelumnya kecil menjadi lebih besar, serta kualitas rasa yang dinilai semakin baik.

BACA JUGA: Jangkauan Sudah 70 Persen, Satgas MBG Kabupaten Tegal Perkuat Pengawasan

BACA JUGA: Menu MBG Mengandung Belatung, SPPG di Brebes Dihentikan Operasionalnya Selama Seminggu

Waryuni menegaskan bahwa dugaan keracunan tersebut merupakan kejadian pertama sejak sekolahnya menerima program MBG. Selama ini, terutama pada menu basah, tidak pernah ada keluhan serupa dari siswa.

"Ini kebetulan menunya kering. Kalau menu basah alhamdulillah enak terus. Selama ini tidak pernah ada kondisi seperti ini. Kebetulan juga kondisi anak sebelumnya baru membaik setelah dua hari tidak masuk sekolah karena sakit," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait