Tingkatkan Kualitas Penyajian Makanan Program MBG, Relawan Dilatih Penjamah Makanan

Tingkatkan Kualitas Penyajian Makanan Program MBG, Relawan Dilatih Penjamah Makanan

Relawan Program MBG mengikuti Bintek Penjamah makanan dan SLHS di Tegal--

TEGAL, radartegal.com - Ratusan relawan dari berbagai daerah mendapatkan Bimbingan Teknis Penjamah Makanan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) setiap harinya. Itu, dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas layanan penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat.

Kegiatan diselenggarakan yang dibarengkan dengan Percepatan Penyediaan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) digelar selama tanggal 7–8 Maret 2026 di delapan wilayah Kantor Koordinasi Program Pemenuhan Gizi (KPPG). Yaitu KPPG Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, Semarang, Sleman, Surabaya dan Jember, dengan jumlah peserta mencapai 500 orang setiap harinya.

Salah satu lokus kegiatan digelar di Kota Tegal. Dengan peserta relawan dari SPPG yang tersebar di Kota dan Kabupaten Tegal, Brebes, Pemalang dan Pekalongan. Dengan pembagian hari pertama ada 9 SPPG dan hari kedua 7 SPPG, jumlah peserta masing-masing SPPG 50 orang.

Peserta kegiatan terdiri dari berbagai unsur yang terlibat langsung dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Antara lain Kepala SPPG, Mitra/Yayasan pengelola, Pengawas Gizi, Asisten Lapangan (Aslap) serta Juru Masak. 

BACA JUGAAntisipasi Keracunan Pangan Program MBG di Kabupaten Tegal, Dinkes Kumpulkan Para Penjamah

BACA JUGA: Jangkauan Sudah 70 Persen, Satgas MBG Kabupaten Tegal Perkuat Pengawasan

Kegiatan dibuka secara hybrid oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya. Dalam sambutannya, dirinya menegaskan bahwa makanan bergizi merupakan hak seluruh anak di Indonesia, sehingga kualitas penyediaan makanan harus menjadi perhatian bersama. 

"Pelaksanaan bimbingan teknis ini sangat strategis sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan pemenuhan gizi nasional. Melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan para penjamah makanan," katanya. 

Sony Sonjaya juga menyampaikan Program MBG saat ini telah berkembang pesat dengan keterlibatan masyarakat yang sangat besar. Itu, ditunjukkan dengan berdirinya lebih dari 25 ribu SPPG di seluruh Indonesia, sebagian besar diinisiasi oleh mitra atau yayasan dari masyarakat. 

Karenanya, kata Sony, peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat di dapur SPPG menjadi langkah penting. Untuk memastikan standar keamanan dan kualitas makanan tetap terjaga.

BACA JUGA: Pemkot Targetkan Program MBG di Tegal Tercapai 100 Persen Tahun Ini

BACA JUGA: Tancap Gas! Dapur MBG Kabunan Tegal Layani 3.133 Penerima Manfaat Terlayani Tanpa Kendala

Sony juga mendorong agar kegiatan bimbingan teknis seperti ini ke depan dapat diikuti oleh seluruh unsur yang terlibat dalam proses pengolahan makanan di dapur SPPG. Mulai dari penerimaan bahan, penyiapan bahan, proses memasak, pemorsian, pendistribusian, hingga pencucian peralatan (ompreng).

"Sehingga seluruh proses penjamahan makanan dapat memenuhi standar higienitas dan sanitasi yang laik," terangnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: