Korban Tanah Bergerak Padasari Tegal Mulai Diserang Penyakit: Batuk hingga Diare
POSKO KESEHATAN- Kondisi pengungsi tanah bergerak Padasari, Tegal memprihatinkan. Puluhan warga mulai terserang batuk, diare, hingga gatal-gatal. -Yeri Noveli-
JATINEGARA, radartegal.com – Kondisi kesehatan korban tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan JATINEGARA, Kabupaten Tegal kini menjadi perhatian serius. Sejak bencana tanah bergerak melanda pada 2 Februari 2026, ribuan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka yang rusak dan berlindung di tenda darurat.
Kini, di tengah keterbatasan fasilitas, ancaman penyakit mulai mengintai para korban tanah bergerak Padasari Tegal tersebut.
Ancaman Penyakit di Posko Pengungsian
Pantauan di Posko Kesehatan PSC 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal yang berlokasi di Pondok Pesantren Al-Adalah 2, Desa Capar, antrean warga yang memeriksakan diri terus meningkat.
Keluhan kesehatan yang paling banyak muncul di antaranya batuk, pilek, diare, hingga penyakit kulit seperti gatal-gatal.
BACA JUGA: 456 Huntara di Padasari Tegal Ditarget Rampung Sebelum Lebaran Idul Fitri
BACA JUGA: Bupati Tegal Dampingi BNPB Berikan Sosialisasikan Skema Hunian bagi Korban Bencana di Padasari
Arini, salah satu santriwati pengungsi asal Desa Padasari, mengungkapkan bahwa ia telah merasakan gejala tersebut sejak awal bulan puasa.
"Saya merasa gatal-gatal, ada bintik merah di tangan, batuk, dan mual. Sangat terbantu dengan adanya posko kesehatan di sini karena akses ke puskesmas cukup sulit," ujarnya.
Tanggapan Dinkes Kabupaten Tegal
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kabupaten Tegal Siti Iva Rifda Chomsiyah, membenarkan lonjakan keluhan kesehatan dari korban bencana Padasari Tegal tersebut.
"Setiap hari warga dan santri berdatangan. Keluhan dominan adalah infeksi saluran pernapasan (batuk/pilek), diare, dan masalah kulit," ungkap Siti Iva.
BACA JUGA: Update Terbaru Bencana Padasari Tegal, Monitoring dan Penanganan Diperketat
BACA JUGA: Pemprov Jateng Kucurkan Rp239 Juta, Bantu Tangani Korban Bencana Tanah Bergerak di Padasari
Ia menduga diare yang dialami warga dipicu oleh perubahan pola makan dan sanitasi yang kurang memadai di lokasi pengungsian selama bulan puasa.
Layanan Kesehatan Siaga 12 Jam
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

