DPKH Brebes Lakukan Manajemen Ternak
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Brebes terus berupaya melakukan manajemen ternak dengan melakukan klasifikasi hewan ternak unggulan. (Istimewa)--
BREBES, radartegal.com - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Brebes terus berupaya melakukan manajemen ternak dengan melakukan klasifikasi hewan ternak unggulan. Terbaru, DPKH kini berupaya menetapkan Domba Tanjung sebagai ternak unggulan.
Di mana sebelumnya, DPKH Brebes telah melakukan penetapan Sapi Jabres dan Domba Sakub sebagai ternak unggulan Kabupaten Brebes.
DPKH Brebes melakukan pemaparan terkait asal usul Domba Tanjung dalam sidang di Komisi Bibit Indonesia di Kementerian Pertanian (Kementan), Selasa 24 Februari 2026 . Domba Tanjung merupakan aset sumber daya genetik ternak lokal kabupaten brebes, khususnya di wilayah pesisir pantai utara.
Kepala DPKH Brebes, drh. Ismu Subroto mengatakan, khusus di wilayah Kabupaten Brebes telah ditetapkan Rumpun Domba Sakub pada 2022. Seluruh domba lokal tersebut sudah dikarakterisasi sifat penotip dan produksinya secara umum serta ditetapkan sebagai plasma nutfah ternak domba lokal Indonesia.
BACA JUGA: 2026, Target Opsen PKB Pemkab Brebes Capai Rp70 Miliar
BACA JUGA: Jelang Puasa, Pemkab Brebes Bakal Gelar OPM di 8 Pasar Tradisional
"Saat ini perlu perhatian serta tindak lanjut dan usaha yang sama pada Domba Tanjung. Kita mempunyai kewajiban untuk menjaga, melestarikan dan sekaligus mengembangkan Domba Tanjung bagi kesejahteraan peternak dan masyarakat di Kabupaten Brebes Pantura," katanya.
Berdasarkan terbitnya Peraturan Menteri Pertanian No. 114/Permentan/ SR.120/10/2014 tentang" Penetapan dan Pelepasan Rumpun atau Galur Hewan" Pemerintah Kabupaten Brebes mengajukan Domba Tanjung untuk ditetapkan sebagai salah satu rumpun ternak dengan nama Domba Tanjung.
Asal usul Domba Tanjung ini, kata Ismu, bermula dari didatangkannya domba ekor gemuk program ternak subsidi dari Gubernur Jawa Tengah tahun 1964 dengan jumlah ternak sekitar 20 ekor domba ekor gemuk di setiap desa di Kabupaten Brebes kecuali di Kecamatan Paguyangan dan Kecamatan Sirampog.
"Seiring perkembangan waktu domba ekor gemuk lebih diminati oleh warga Brebes di sekitar pantura karena tekstur dagingnya yang lebih berlemak yang sesuai dengan kebutuhan kuliner di daerah tersebut. Tengkulak menyarankan para peternak untuk memelihara domba ini," terangnya.
BACA JUGA: Dekatkan Layanan, Pemkab Brebes Hadir Bersama Desa di Tengah Masyarakat
BACA JUGA: Ajib Ah! Pemkab Brebes Raih Opini Kualitas Tinggi dari Ombudsman RI
Pada 1994 lalu, kata dia, pihaknya melihat potensi tersebut saudagar china beranama Yan Shin dari Dukuh Petuguran Desa Banjaratma Kecamatan Bulakamba mengimport 150 ekor domba ekor gemuk dari Australia.
Tewrjadi perkawinan secara turun temurun. Kemudian, tahun 2000-an, domba-domba mulai terbentuk ciri dan karakteristik seperti sekarang. Tahun 2010 hingga sekarang, terdapat upaya perbaikan manajeme pemiliharaan dan perkawinan. Tahun 2020 hingga sekarang, terbentuk domba domba unggul yang kemudian diberi nama Domba Tanjung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

