Opsi Relokasi SMPN 2 Suradadi Tegal Mengemuka Usai Terendam Banjir

Opsi Relokasi SMPN 2 Suradadi Tegal Mengemuka Usai Terendam Banjir

BANJIR - Anggota DPRD Kabupaten Tegal Bakrun dan Plt Kepala Disdikbud Kabupaten Tegal Winarto berjibaku dengan lumpur pasca-banjir di SMPN 2 Suradadi, Selasa (17/2/2026).-Yeri Noveli/Radar Tegal Grup-

SURADADI, radartegal.com - Wacana relokasi SMPN 2 Suradadi Tegal mengemuka usai terendam banjir. Hal itu terungkap saat anggota DPRD dan Plt Kepala Disdikbud Kabupaten Tegal melakukan tinjauan pasca-banjir yang terjadi pada Senin, 16 Februari 2026.

Ya, dalam waktu 2 pekan terakhir ini, SMPN 2 Suradadi Kabupaten Tegal 4 kali terendam banjir. Terparah terjadi pada Senin, 16 Februari 2026, air setinggi lebih dari satu meter menguasai ruang-ruang kelas sekolah tersebut.

Beruntung, para siswa tengah menjalani masa libur, sehingga tak ada korban jiwa maupun luka. Namun, yang tersisa setelah banjir surut bukan sekadar genangan, melainkan lumpur setebal 20 sentimeter, tumpukan sampah, hingga ular yang bersembunyi di sudut-sudut kelas.

Kini, meski air telah pergi, tetapi aroma lumpur masih menyengat. Jejak bencana terlihat jelas di setiap ruang belajar, musala, hingga halaman sekolah. 

BACA JUGA:Jadwal Imsakiyah Tegal dan Sekitarnya Ramadhan 1447 Hijriyah

BACA JUGA:Daftar 11 Sekolah di Tegal yang Terdampak Banjir Luapan Sungai Cacaban

Petugas Damkar Kabupaten Tegal berjibaku menyedot lumpur, memastikan ruangan aman. Bahkan ular-ular yang sempat masuk ke kelas telah dievakuasi.

Pagar Sekolah Jebol

Plt Kepala SMPN 2 Suradadi, Hening Haryanti, tak kuasa menyembunyikan keprihatinannya. Banjir ini merupakan yang keempat dalam dua pekan terakhir, dan kali ini yang paling parah.

“Banjir kali ini bercampur lumpur, sampah, bahkan ular. Tembok pagar belakang sepanjang 30 meter dengan tinggi dua meter jebol, sehingga air mengalir deras tanpa kendali dan masuk ke seluruh ruangan,” kata Hening, Selasa, 17 Februari 2026.

Menurutnya, lumpur merata di semua ruang kelas dan halaman sekolah. Ketebalannya mencapai 20 sentimeter. 

BACA JUGA:Abrasi Parah di Purwahamba Tegal: Rumah Warga Ambruk, Aktivitas Galangan Kapal Jadi Sorotan

BACA JUGA:Pemkab Tegal Siapkan 6 Bus Mudik Gratis dari Jakarta, Kuota Mulai Terisi Penuh!

Untuk membersihkannya, pihak sekolah dibantu armada Damkar serta mesin diesel dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal.

“Perkiraan kami, lumpur ini bisa hilang sekitar satu minggu, tapi harus dibantu penyedotan. Karena benar-benar tebal dan masuk ke semua ruangan, termasuk musala,” ujarnya.

Dokumen Penting Terendam

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait