Guci Tegal Bangkit dari Titik Nol, Juru Kunci: Alam Tak Pernah Marah Tanpa Sebab
ALAMI - Suasana Pancuran 13 Guci Kabupaten Tegal kini tampak asri dan alami, Rabu (18/2/2026).-Yeri Noveli/Radar Tegal Grup-
BUMIJAWA, radartegal.com - Guci Tegal bangkit dari titik nol, setelah luluh lantak diterjang banjir bandang awal tahun 2026 lalu. Dalam dialog terbuka dengan anggota DPRD, Rabu, 18 Februari 2027, Juru Kunci Guci Tegal, Tulus, tak banyak bicara soal kerugian materi, tapi justru berbicara tentang sebab dan peringatan.
Lebih asri, lebih terbuka, dan lebih natural. Itulah wajah Pancuran 13 Guci Tegal saat ini, setelah diterjang banjir bandang.
Dari atas jembatan darurat berbahan bambu yang membentang sederhana, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi Partai Golkar, Khuzaeni, berdiri berdampingan dengan Juru Kunci Guci Tegal, Tulus, menyaksikan langsung pemandangan tersebut, Rabu, 18 Februari 2026.
Di lokasi itulah dialog terbuka terjadi antara wakil rakyat dan Juru Kunci Guci Tegal.
“Alam itu tidak pernah marah tanpa sebab,” ucap Sang Juru Kunci Guci Tegal, Tulus, pelan namun tegas.
BACA JUGA:Jadwal Imsakiyah Tegal dan Sekitarnya Ramadhan 1447 Hijriyah
BACA JUGA:Daftar 11 Sekolah di Tegal yang Terdampak Banjir Luapan Sungai Cacaban
Fisarat Banjir Bandang Guci Tegal
Malam ketika banjir bandang datang, Tulus mengaku merasakan firasat yang tidak biasa. Deru air yang datang tiba-tiba membuatnya yakin bahwa sesuatu akan hilang di sekitar sungai.
“Saya merasakan bahwa di sekitar sungai akan hilang semuanya,” kenangnya.
Air bah menghantam Desa Guci dan Dukuh Pekandangan, Desa Rembul. Pelaku usaha di kawasan wisata, bukan hanya di Pancuran 13 tetapi juga Pancuran 5 Guci, ikut terdampak. Aktivitas ekonomi lumpuh. Warga tertegun.
Kini, justru setelah bangunan-bangunan yang dulu berdiri terlalu dekat ke bibir sungai tersapu, wajah asli sungai terlihat lebih jujur.
BACA JUGA:Abrasi Parah di Purwahamba Tegal: Rumah Warga Ambruk, Aktivitas Galangan Kapal Jadi Sorotan
BACA JUGA:Pemkab Tegal Siapkan 6 Bus Mudik Gratis dari Jakarta, Kuota Mulai Terisi Penuh!
“Aliran Sungai Gung ini yang sesungguhnya ya seperti ini. Ini harus dipikirkan agar sungai tetap memiliki aliran dan bisa menampung jika suatu saat nanti ada banjir besar,” ujar Tulus.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



