Motif Dibalik Kasus Mayat Dalam Koper di Brebes Terungkap, Polisi Temukan Hal Ini

Motif Dibalik Kasus Mayat Dalam Koper di Brebes Terungkap, Polisi Temukan Hal Ini

Kapolres Brebes saat menerangkan terkait proses pengungkapan pembunuhan yang korbannya dimasukkan ke dalam koper di Banjarharjo.(istimewa)--

BREBES, radartegal.com - Kepolisian mengungkap motif pembunuhan yang korbannya dimasukan ke dalam koper di sebuah rumah kosong di Desa Sukareja, Kecamatan Banjarharjo, Senin 16 Februari 2026 lalu.

Diketahui pelaku bernama berinisial R (45) merupakan warga Desa Sukareja, Kecamatan Banjarharjo. Sedangkan korbannya merupakan tetangga desa yaitu Sapri (67) warga Desa Pende, Kecamatan Banjarharjo. 

Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardiansyah menyebut dari pengakuan pelaku mengaku marah setelah ditampar oleh korban. Lantaran pelaku belum membayar hutang.  

"Pelaku ini merasa kesal dan emosi saat ditagih hutang. Di mana korban memang sempat menampar pelaku. Sehingga pelaku emosi dan sempat mengambil batu di dekatnya kemudian memukul korban," kata AKBP Lilik di Mapolres Brebes, Selasa 17 Februari 2026.

BACA JUGA: Warga Temukan Mayat dalam Koper di Brebes, Polisi Lakukan Penyelidikan

BACA JUGA: Penemuan Jenazah dalam Koper di Brebes, Korban Ternyata Ketua RW

Pelaku dikenakan Pasal 479 Nomor 1 Tahun 2023 KUHP terbaru dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara, dan Pasal 458 Nomor 1 Tahun 2023 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

"Dikenakan pasal berlapis. Karena pada saat pelaku menghabisi korban, pelaku juga mengambil handphone dan uang milik korban sebesar Rp15.622.000," tuturnya. 

Selain itu, polisi juga masih mendalami dugaan apakah pelaku memang telah merencanakan pembunuhan itu sebelumnya. 

Sementara anak dari korban, Rohman menyebut sebelum ditemukan tewas, ayahnya sempat berpamitan untuk pergi ke Desa Sukareja pada Minggu malam, sekitar pukul 22.30 WIB.

BACA JUGA: BREAKINGNEWS! Koper Berisi Tangan Manusia Ditemukan Warga di Brebes

BACA JUGA: Misteri Penemuan Jenazah dalam Koper di Brebes, Korban Sempat Pamit Nagih Utang

Ayahnya disebut hendak menemui seseorang yang memiliki hutang Rp5 juta. Saat pergi, ayahnya membawa uang Rp20 juta serta sebuah telepon genggam. "Bapak pamit mau menemui orang yang punya utang. Katanya hanya sebentar, namun tidak pulang-pulang ternyata ditemukan meninggal dunia," katanya.

Sebelumnya diberitakan, polisi akhirnya mengungkap temuan mayat dalam koper yang ditemukan warga di sebuah rumah kosong di Desa Sukareja, Kecamatan Banjarharjo, Senin 16 Februari 2026 lalu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: