Jemput Bola Adminduk: Disdukcapil Bantu Warga Terdampak Tanah Bergerak Padasari Tegal
JEMPUT BOLA- Disdukcapil Kabupaten Tegal jemput bola untuk adminduk warga terdampak tanah bergerak Padasari Tegal.-Hermas Purwadi-
SLAWI, radartegal.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tegal bergerak cepat memberikan pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) bagi warga terdampak bencana tanah bergerak. Melalui aksi jemput bola, petugas langsung mendatangi posko pengungsian di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Selasa 17 Februari 2026.
Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Tegal Iwan Kurniawan menjelaskan bahwa langkah ini merupakan upaya pemerintah untuk memastikan hak akses layanan publik warga tetap terpenuhi meski dalam kondisi darurat.
Prioritas Layanan di Lokasi Bencana
Meskipun sempat terkendala sinyal internet di pagi hari, antusiasme warga tetap tinggi. Layanan yang tersedia meliputi:
- Perekaman dan pencetakan KTP Elektronik (KTP-el).
- Penerbitan Kartu Keluarga (KK).
- Pembuatan Akta Kelahiran.
- Dokumen kependudukan lainnya yang hilang atau rusak akibat bencana.
BACA JUGA: Tinjau Lokasi Tanah Bergerak Padasari Tegal, Ketua MPR RI: Kami Datang Bawa Simpati dan Sayang
BACA JUGA: Ketua MPR RI Cek Jembatan ekoproyo hingga Lahan Huntara Pengungsi Padasari Tegal
"Pelayanan bagi warga Desa Padasari kami buka sejak pukul 09.00 WIB. Hingga sore hari, tercatat sebanyak 95 pemohon yang telah kami layani," ujar Iwan Kurniawan.
Atasi Kendala Jaringan dengan Sistem Inventarisir
Iwan tidak menampik adanya tantangan teknis di lapangan. Karena jaringan internet baru kembali normal pada pukul 13.00 WIB, petugas melakukan skema inventarisir data untuk mempercepat proses.
"Untuk berkas yang belum bisa tuntas di lokasi karena keterbatasan waktu atau teknis, kami bawa ke kantor Dinas Dukcapil untuk segera diproses. Setelah dokumen jadi, tim akan kembali ke lokasi untuk menyerahkannya langsung kepada warga," tegasnya.
Kegiatan yang berpusat di rumah Kepala Desa Padasari ini dijadwalkan berlangsung hingga seluruh kebutuhan mendesak warga terpenuhi. Program ini diharapkan dapat membantu warga di pengungsian agar tetap memiliki identitas resmi yang menjadi syarat utama untuk mengakses bantuan sosial maupun layanan kesehatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


