Gedung Ambruk Akibat Tanah Bergerak, SDN 01 Padasari Tegal Bakal Diregrouping
Ilustrasi-Khikmah Wati-Notebooklm
SLAWI, radartegal.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Tegal menyiapkan dua langkah strategis untuk menjamin keberlangsungan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa SDN Padasari 01. Langkah ini diambil menyusul ambruknya bangunan sekolah akibat bencana tanah bergerak di wilayah tersebut.
Plt Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Tegal Winarto, SE., MM., menjelaskan bahwa penanganan ini terbagi menjadi solusi jangka pendek dan jangka panjang.
Solusi Jangka Pendek: Relokasi KBM Sementara
Untuk memastikan siswa tetap bisa belajar, Dinas Dikbud telah mengalihkan lokasi KBM ke tempat ibadah dan madrasah terdekat.
- Siswa SDN 01 Padasari: Sebanyak 220 siswa sementara waktu menempati MDTA Al Khoeriyah Padasari yang lokasinya lebih strategis di dekat jalan raya.
- Siswa SDN 02 Padasari: Sekitar 50 siswa dialihkan ke Madrasah Lebakpan, karena bangunan sekolah mereka saat ini digunakan sebagai tempat pengungsian warga terdampak.
- KB Al Muda Padasari: Untuk Kelompok Bermain yang juga terdampak, KBM dipusatkan di Masjid Al Barkah Padasari.
"Kami sudah melaporkan hal ini kepada Bupati Tegal. Untuk jangka pendek, prioritas kami adalah siswa tetap bisa sekolah meski di lokasi darurat," ujar Winarto, Senin 9 Februari 2026.
BACA JUGA: Zona Merah Tanah Bergerak Padasari: Rumah Warga Miring dan Retak, Relawan Fokus Amankan Aset
BACA JUGA: Pasca Bencana Padasari Tegal, Dinas Dikbud Jamin Pendidikan Anak Tetap Berjalan
Dampak Psikologis dan Perpindahan Siswa
Winarto juga mengungkapkan bahwa pasca-insiden tanah bergerak, tercatat ada 4 siswa yang memilih keluar dari sekolah karena mengikuti orang tua pindah ke luar daerah.
"Terdapat 2 siswa yang pindah ke Jakarta dan 2 siswa lainnya ke Surabaya," tambahnya.
Solusi Jangka Panjang: Rencana Regrouping
Sebagai langkah permanen untuk mengatasi kerusakan gedung SDN 01 Padasari, Dinas Dikbud akan menempuh langkah regrouping atau penggabungan sekolah.
"Rencana jangka panjangnya adalah menggabungkan SDN 01 Padasari dengan SDN 02 Padasari yang jumlah siswanya lebih sedikit. Langkah ini sudah didukung dengan SK Bupati Tegal mengenai keadaan darurat," tegas Winarto.
BACA JUGA: Ketua DPRD Kabupaten Tegal Berikan Bantuan Pada Pengungsi di Padasari
Langkah regrouping ini diharapkan menjadi solusi tuntas terkait relokasi lahan sekolah yang sudah tidak layak pakai akibat pergeseran tanah, sekaligus efisiensi manajemen sekolah di masa depan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



