Jembatan Darurat Sungai Erang Tegal Hanyut, Ribuan Warga Terancam Terisolir

Jembatan Darurat Sungai Erang Tegal Hanyut, Ribuan Warga Terancam Terisolir

BELUM SELESAI - Proyek Jembatan Sungai Erang Desa Cilongok, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal hingga kini belum selesai, Kamis 29 Januari 2026.-Yeri Noveli-

BALAPULANG, radartegal.com – Akses utama warga Desa Cilongok, Kecamatan BALAPULANG, Kabupaten Tegal, kini berada dalam kondisi kritis. Proyek perbaikan Jembatan Sungai Erang yang tak kunjung usai menyebabkan ribuan warga terancam terisolasi, terutama setelah Jembatan darurat hanyut diterjang banjir bandang pada Senin malam 26 Januari 2026.

Jembatan Darurat Hanyut Diterjang banjir Bandang

Kondisi ini merupakan pukulan berat bagi mobilitas warga. Jembatan darurat yang sebelumnya menjadi tumpuan sementara kini roboh dan terbawa arus sungai yang meluap akibat hujan dengan intensitas tinggi.

Kepala Desa Cilongok Bambang Sutriono, mengonfirmasi bahwa ambruknya jembatan tersebut memutus akses utama desa. Meski ada jalur alternatif, kondisinya sangat memprihatinkan.

“Jembatan darurat di Sungai Erang atau Kalierang sudah hanyut. Saat ini warga kami nyaris terisolir. Ada jalan alternatif menuju Desa Gunungjati hingga Bojong, tapi rusak parah dan banyak yang ambles,” ujar Bambang, Kamis 29 Januari 2026.

BACA JUGA: Jembatan Wisata Guci Ambruk, DPRD Tegal Desak Perbaikan Cepat Pakai Dana BTT

BACA JUGA: Kawasan Wisata Guci Tegal Berstatus Tanggap Darurat, Jembatan Curug Jedor Ditutup Sementara


Dampak Ekonomi: Waktu Tempuh Membengkak 3 Kali Lipat

Putusnya akses ini berdampak langsung pada para pekerja dan pelajar. Warga yang biasanya hanya membutuhkan waktu 10 menit menuju Desa Karangjambu, kini harus memutar hingga 30 menit.

“Perekonomian warga sangat terganggu. Buruh pabrik di Lebaksiu, pedagang, hingga guru sekolah kesulitan karena harus memutar jarak yang sangat jauh,” tambah Bambang.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Karangjambu Muhammad Asmawi, menyebutkan bahwa warga kini harus memutar lewat Desa Lengkong dengan jarak tempuh tambahan mencapai 10 kilometer. Ia mendesak agar proyek segera diselesaikan sebelum memasuki bulan Ramadan 2026.

Update DPUPR: Proyek Jembatan Baru Mencapai 80%

Menanggapi keterlambatan ini, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DPUPR Kabupaten Tegal, Waedi, menjelaskan bahwa progres proyek Jembatan Sungai Erang saat ini baru mencapai 80,167%.

BACA JUGA: Update Bencana Guci Tegal: Lereng Slamet Longsor Sebabkan Akses Jembatan Lumpuh, 700 Bibit Pohon Hanyut

BACA JUGA: Banjir Bandang Kembali Terjang Guci Tegal, 3 Jembatan Terputus

Beberapa poin pekerjaan yang belum terselesaikan antara lain:

  • Pembesian dan pengecoran beton lantai jembatan.
  • Pekerjaan aspal (AC-BC dan AC-WC) pada bagian oprit.
  • Pengecatan dan marka jalan.

Waedi menambahkan, kendala teknis muncul pada proses erection dan perbaikan chamber. Situasi semakin sulit karena perancah yang disiapkan juga ikut rusak diterjang banjir hulu pada awal pekan ini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: