HTM Gerbang Guci Digratiskan Pasca Banjir Bandang, Pengelola: Kebijakan di Masa Darurat
Ilustrasi-Khikmah Wati-Notebooklm
SLAWI, radartegal.com – Pengelola Wisata Guci Tegal buka suara terkait musibah banjir bandang. Salah satunya terkait kabar Harga Tiket Masuk (HTM) Gerbang Guci yang digratiskan pasca musibah tersebut.
Sebagai bentuk kebijakan di masa darurat, Pemerintah Kabupaten Tegal mengambil langkah untuk membebaskan biaya tiket masuk atau HTM di gerbang utama. Hal ini dilakukan mengingat fasilitas utama seperti pemandian air panas belum dapat digunakan secara optimal.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Selain karena keterbatasan fasilitas, kebijakan free HTM bertujuan agar roda ekonomi pedagang kecil dan UMKM di kawasan Guci tetap bisa berputar meskipun dalam kondisi sulit.
Hal tersebut disampaikan pihak pengelola Guci Tegal melalui akun media sosial resmi ow.GUCI kab.TEGAL di Facebook, Minggu 25 Januari 2026.
BACA JUGA: Alur DAS Gung Berubah Pasca Banjir Bandang Guci Tegal, BPBD Koordinasi dengan Pusdataru Jateng
Klarifikasi Terkait Informasi Kondisi Terkini
Pihak pengelola menegaskan bahwa unggahan mengenai kondisi Guci pasca-banjir bertujuan murni sebagai pusat informasi, bukan ajakan untuk berkunjung di tengah situasi bahaya.
"Postingan kami untuk memberikan informasi terkait kondisi terkini karena masih banyak pengunjung yang sudah sampai di sini dan belum mendapatkan info tersebut," tulis akun tersebut.
Pihak pengelola juga menekankan bahwa semua elemen di Guci saling mengingatkan agar pengunjung menjauhi area berbahaya.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap berbagai komentar negatif netizen sekaligus upaya memberikan kepastian informasi bagi wisatawan yang sudah terlanjur berada di lokasi.
BACA JUGA: Dampak Banjir Bandang Guci, Pemkab Tegal Tutup Sementara Pancuran 13 dan 5
BACA JUGA: Pasca Banjir Bandang Guci, Polres Tegal Terjunkan Personel Bersihkan Lumpur
Nasib UMKM dan Pelaku Wisata Lokal
Kawasan Guci bukan sekadar milik pengusaha besar. Di dalamnya terdapat ekosistem ekonomi yang melibatkan banyak masyarakat menengah ke bawah.
- Akomodasi: Villa, hotel, dan homestay yang masih melayani tamu.
- UMKM: Pedagang kecil yang menggantungkan pendapatan harian dari sektor pariwisata.
- Pekerja Wisata: Tenaga lokal yang menjaga dan mengelola kawasan.
"Kami masyarakat di Guci tidak memaksa kalian berkunjung. Kami hanya menyambut siapapun yang ingin berkunjung. Banyak masyarakat kalangan menengah bawah yang menggantungkan pendapatan di sektor pariwisata ini," tambah pernyataan tersebut.
Menanggapi Kritik Negatif
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


