Banjir Bandang Kembali Terjang Guci Tegal, 3 Jembatan Terputus
SIAGA - Masyarakat dan Forkopimcam Bojong serta relawan siaga memantau banjir bandang yang menerjang kawasan wisata Guci Tegal, Sabtu, 24 Januari 2026 pagi.-Hermas Purwadi/Radar Tegal Grup-
BOJONG, radarcbs.com - Banjir bandang kembali terjang Obyek Wisata (OW) Guci Kabupaten Tegal, Sabtu, 24 Januari 2026. Tempat pemandian air panas Pancuran 13 dan Pancuran 5 kembali menjadi korban amukan air bah tersebut.
Tidak hanya itu, banjir bandang yang menerjang Guci Tegal kali ini juga memutuskan 3 jembatan penghubung utama area Pancuran 13 dan Pancuran 5.
Banjir bandang Guci Tegal ini dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah lereng Gunung Slamet sejak Kamis sampai Sabtu, 22-24 Januari 2026 pagi.
Menurut keterangan saksi mata di lokasi, debit air meningkat drastis secara tiba-tiba sekitar pukul 16.30 WIB. Suara gemuruh dari arah hulu sungai terdengar sebelum air berwarna cokelat pekat menerjang fasilitas wisata.
BACA JUGA:11 Gapoktan Kabupaten Tegal Terima Bantuan Alsintan
BACA JUGA:Kapolres Tegal Tekankan Transparansi Anggaran DIPA 2026 Senilai Rp75,2 Miliar
Pada pukul 02.00 dinihari air naik sampai 7 meter mengakibatkan 3 jembatan terputus.
"Air naik sangat cepat. Jembatan yang biasa dilewati wisatawan tidak kuat menahan hantaman air yang membawa material lumpur dan pasir ," ujar salah satu warga yang melihat langsung waktu kejadian.
Banjir Bandang Guci Tegal
Berdasarkan data sementara berikut adalah rincian dampak kerusakan banjir bandang di Guci Tegal:
3 Jembatan Terputus
Akses utama yang menghubungkan area parkir menuju pemandian air Pancuran 13 dan Pancuran 5 hancur total.
Satu unit Beko dan beberapa lapak pedagang dan pagar pembatas di sepanjang aliran sungai mengalami kerusakan berat.
BACA JUGA:Akses Bojong-Jatinegara Terhambat Tanah Bergerak, BPBD Kabupaten Tegal Imbau Warga Waspada
BACA JUGA:Adukan 7 Tuntutan, Puluhan Pemborong Tegal Geruduk DPRD: Soroti Pajak MBLB hingga Jaminan Tunai
Hingga berita ini diturunkan, Forkopimcam Bojong dan relawan setempat masih bersiaga di lokasi untuk melakukan pendataan dan memastikan tidak ada wisatawan yang terjebak di area seberang sungai.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



