Gendong Anaknya Temui Bupati, Ibu Muda di Brebes Berharap Bantuan

Gendong Anaknya Temui Bupati, Ibu Muda di Brebes Berharap Bantuan

Sambil menggendong sang buah hati, Alvi Oktaviani (25) memberanikan diri mengendarai sepeda motor untuk bertemu dengan Bupati Brebes, Kamis 22 Januari 2026. (Istimewa)--

BREBES, radartegal.com - Sambil menggendong sang buah hati, Alvi Oktaviani (25) memberanikan diri mengendarai sepeda motor untuk bertemu dengan Bupati Brebes, Kamis 22 Januari 2026. 

Warga Desa Wanasari, Kecamatan Wanasari tersebut rela mencari rumah Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, untuk menyampaikan satu permintaan sederhana sebuah jamban layak di rumahnya. 

Setelah sempat bingung dan bertanya-tanya kesana kemari, akhirnya Alvi dan anaknya sampai ke rumaah Bupati Paramitha. Namun harapan itu belum terjawab. Dirinya tidak bertemu sang bupati, dan hanya diarahkan oleh petugas keamanan ke Kantor Bupati Brebes untuk menyampaikan aspirasinya. 

Alvi menceritakan, kondisi rumah miliknya yang berada di tanah lepe-lepe itu berdiri tanpa fondasi kokoh, berdinding kalsiboard yang ringkih, seolah bisa roboh kapan saja. Tidak ada listrik. Tidak ada air bersih sendiri. Dan yang paling memprihatinkan, tidak ada WC atau jamban. Untuk saat ini, aliran listrik hanya menyalur di tetangga.

BACA JUGA: Terkait Kasus Perumda, Bupati Brebes Menang di PTUN

BACA JUGA: Seleksi JPT Pratama Brebes, Bupati: Harus Terbuka dan Obyektif

Setiap hari, mereka hidup tanpa fasilitas sanitasi yang layak. Untuk air, Alvi menyalur dari tetangga. "Kadang saya bingung harus bayar air atau beli makan. Tapi anak saya butuh minum, mandi, dan hidup bersih. Saya hanya ingin dia sehat," jelasnya.

Suami Alvi, Wirahadi Kusuma (26), masih dalam masa pemulihan pasca operasi. Saat ini, sang suami tidak bisa melakukan aktivitas yang berat. Untuk bertahan hidup, ia membantu berdagang es kelapa milik orang lain, pekerjaan ringan yang masih bisa ia lakukan di tengah keterbatasan fisik. 

Alvi sendiri bekerja serabutan. Ia menyetrika baju tetangga. Membersihkan rumah orang lain. Jika tak ada panggilan, ia rela menjadi badut keliling demi menambah penghasilan. 

"Kalau ada kerja, kami makan. Kalau tidak ada, ya pasrah pastiada jalan,” ucapnya sambil menggendong sang buah hati. 

BACA JUGA: Momentum Hari Jadi Brebes ke-348 Jadi Refleksi OPD, DPU Komitmen Dukung Program Bupati

BACA JUGA: Bupati Beri Cek Kesehatan dan Kacamata Gratis untuk 100 Marbot di Brebes

Harapan Sederhana yang Terasa Terlalu Mahal Permintaan Alvi tidak muluk-muluk. Dia tidak meminta rumah mewah. Melainkan sanitasi yang layak untuk keluarga kecilnya di rumah.

Namun harapan itu terbentur kenyataan pahit, rumah mereka berdiri di atas tanah lepelepe atau tanah negara, yang membuat bantuan pembangunan kerap terhambat secara administratif.  "Kalau soal tanah, kami tidak mengerti aturan. Yang kami tahu, kami hanya ingin hidup lebih layak,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: