Bukan Surut, Banjir Kota Pekalongan Malah Meluas, Ini 12 Titik Pengungsian Warga Terdampak

Bukan Surut, Banjir Kota Pekalongan Malah Meluas, Ini 12 Titik Pengungsian Warga Terdampak

MENGUNGSI - Sejumlah warga terdampak banjir di Kota Pekalongan mengungsi ke titik pengungsian yang disiapkan.-Mukhtarom-Radar Tegal Grup

PEKALONGAN, radartegal.comBanjir yang menerjang Kota Pekalongan bukannya surut malah semakin meluas. Hal ini sesuai dengan catatan hasil analisis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan per 18 Januari 2026.

Meluasnya banjir yang melanda Kota Pekalongan disebabkan debit air aliran sungai yang meluap. Denit air sungai membludak lantaran intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kota Pekalongan cukup tinggi dengan durasi yang lama.

Akibat aliran sungai tidak lagi mampu menampung debit air, permukiman warga yang berada di sekitar bantaran sungai dan wilayah cekungan terendam banjir.

"Hujan intensitas sedang hingga besar disertai angin di Kota Pekalongan sejak pukul 19.30–03.00 WIB mengakibatkan daya tampung sungai-sungai penuh, dan melimpas ke wilayah Kota Pekalongan yang cekung," terang Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto.

BACA JUGA:Jalur Stasiun Pekalongan-Sragi Masih Belum Bisa Dilewati Akibat Banjir, Jadwal Kereta Dibatalkan

BACA JUGA:PPS di Desa Slarang Kidul Tegal, 21 Santriwati Pekalongan Asah Kemampuan

Banjir Kota Pekalongan

BPBD mencatat sebanyak 8.692 kepala keluarga (KK) di 4 kecamatan di Kota Pekalongan terdampak langsung oleh bencana banjir tersebut.

"Jumlah KK terdampak di 4 kecamatan kurang lebih: 8.692 KK," imbuh Budi.

Semakin meluasnya banjir dibenarkan, Yusnia, 40 tahun, warga Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, Menurutnya, dibandingkan dengan hari sebelumnya, ketinggian air banjir meningkat drastis.

"Parah sekarang banjirnya. Kemarin agak mendingan. Sekarang sudah parah, di rumah kan, di kamar itu kan tinggi, masuk, masuk semua. Ya mau sedengkul (setinggi lutut). Kalau di jalan segini (nunjuk leher)," kata Yusnia, sebagaimana dikutip dari Disway Jateng.

BACA JUGA:Success Story UMKM Binaan BI Tegal: Batik Metaflora Pekalongan, dari Canting ke AI

BACA JUGA:Lazisnu Kabupaten Tegal Berhasil Bangun Sistem Zakat Modern, Jadi Rujukan Pekalongan

"Warga pada ngungsi hari ini, semalam air datang sekitar jam setengah dua nan. Trus warga pada mengungsi, tapi ada yang enggak," tambahnya.

Senada dengan Yusnia, warga lainnya Masduki mengaku, akhirnya memutuskan untuk mengungsi bersama keluarganya. Keputusan itu diambil setelah ketinggian air mencapai lebih dari satu meter.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait